Peran Kementerian Agama Dalam Percepatan Penuruanan Angka Stunting

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Brebes – Kegiatan Rakor Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Brebes yang dikuti oleh peserta 50 orang yang berasal dari Kepala KUA Kecamatan se-kabupaten Brebes, Para Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh KB dilaksanakan di Aula Hotel Anggraeni Jatibarang Senin, (06/06/2022).

Peran Kementerian Agama dalam percepatanan penurunan Stunting dapat dilaksanakan  dari hulunya berupa  Pencegahan melalui bimbingan perkawinan calon pengantin, Sebelum terjadi stunting, sejak dini diberikan pemahaman dan materi tentang stunting dan gizi, termasuk mengisi aplikasi yang disiapkan DP3KB dilaksanakan pada saat bimbingan perkawinan bagi calon pengantin yang dilaksanakan oleh tim BP. 4 setiap kecamatan dan para penyuluh agama Islam ketika memberikan penyuluhan agama di masyarakat. Materi tersebut disampaikan oleh narasumber yang berasal dari  Kementerian Agama dalam hal ini H. Ubaidillah.

H. Ubaidillah menjelaskan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Memberikan pelayanan untuk mewujudkan keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Meningkatkan pencegahan perkawinan usia anak, seks pranikah bagi remaja, serta kehamilan yang tidak dikehendaki. Melaksanakan bimbingan kesehatan keluarga, untuk mencegah stunting, kematian ibu dan atau bayi, demi terwujudnya generasi yang berkualitas. Memfasilitasi konsultasi dan pendampingan keluarga untuk mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan perceraian. dan Menjadikan keluarga sebagai basis implementasi moderasi beragama.

“Kondisi ketahanan keluarga di Brebes di beberapa wilayah cukup memprihatinkan hal ini ditandai dengan tingginya angka perceraian dan terjadinya permasalah sosial khusunya banyak anak-nak yang dititipkan kepada kakek neneknya sementara orangtuanya mencari nafkah keluar daerah bahkan keluar negeri,” jelasnya.

Ubaidillah menerangkan, guna mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan pencegahan  intervensi secara spesifik dan sensitif. Adapun intervensi spesifik yang sudah dilakukan dalam penanggulangan masalah pernikah dini dan peningkatan pemahaman dan pengertian pembentukan keluarga sakinah Mawadah Warahmah.

“Yang menjadi inti permasalahan  tingginya angka stunting di kabupaten Brebes adalah sebaran balita kurang gizi di Brebes, proporsi balita pendek, status gizi anak serta tingkat kematian ibu serta pola dan gaya hidup. Agar tujuan bisa tercapai, maka diperlukan peran dari pemerintah dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor sehingga masalah gizi dapat teratasi,” pungkasnya.(Hid/Sua)