BKM Demak Programkan Peduli Masjid

Demak – Penyuluh agama islam merupakan bagaian penting dari kementerian agama yang langsung hadir ditengah masyarakat. Penyuluh bukan hanya menjadi pemberi informasi dan pengarah saja tetapi harus bergerak dilapangan untuk melakukan pendampingan atau pembinaan kepada banyak orang. Memiliki banyak pengetahuan dan cenderung peka terhadap situasi serta peristiwa yang terjadi di sekitarnya bahkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat dan negara, hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak Muhammad Thobiq dalam Rapat Koordinasi Pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dengan Kelompok Kerja Penyuluh Demak di Gedung BKM, Kamis (09/03).

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam M. Annas menyampaikan, BKM Demak menggandeng pokjaluh dalam program pentasarufan bantuan-bantuan yang akan disalurkan ke masjid berupa 1. Bantuan/renovasi masjid 2. Bantuan karpet 3. Bantuan untuk tambahan fasilitas pembanguna masjid.

“Dalam program ini insy Allah akan diberikan pada tiap kecamatan 1 masjid,” jelas Annas, 

Sedangkan untuk bantuan karpet dan bantuan tambahan dana pembangunan masjid 1 desa 1 masjid, untuk mempermudah penyaluaran program tersebut diharapkan penyuluh bisa memberikan prioritas tempat, dikarenakan penyuluh yang setiap harinya bertemu dan memberikan penyuluhan dari desa kedesa di wilayah kerja Kemenag Kabupaten Demak.

Unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah pengurus BKM, Pokjaluh, Kepala KUA se-Kabupaten Demak, serta penyuluh honorer, diharapkan dalam pemberian bantuan ke masjid tersebut bisa tepat sasaran, sehingga bantuan ini dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Demak.

Dengan adanya kerja bareng ini transparansi dan keterbukaaan dalam pemberian bantuan serta tanggung jawab dalam laporan bisa dipertanggung jawabkan apabila ada yang membutuhkan dan dan dapat dilhat lansung oleh masyarakat hasilnya.

“Masyarakat umum tidak perlu ragu lagi atas kerja BKM dalam menjalankan amanahnya,” jelas Thobiq.

Ia mengharapkan agar penyuluh agama membentuk kampung binaan, mendata setiap masjid yang ada di Kab. Demak, serta mengantisipasi masuknya aliran-aliran keagamaan yang bisa merusak moral bangsa. “Untuk mencapai semua ini maka harus ada kerjasama yang baik antara Penyuluh Agama PNS, Honorer, Penghulu, Imam Masjid serta semua stakeholder yang terkait,” ujarnya. (tgh-gfr/gt)