Calon Haji perlu pahami manasik haji dan selalu jaga kesehatan

Blora – Calon Jamaah Haji Kementerian Agama Blora harus terus berupaya membekali diri dengan bimbingan manasik haji yang benar dan sesuai aturan serta senantiasa menjaga kesehatan dengan persiapan mental, fisik dan spiritual supaya dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan khusuk dan menjadi haji yang mabrur.

”Rangkaian materi bimbingan manasik haji yang sudah diikuti baik yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Blora dan KUA masing-masing hendaknya bisa dipahami dan dijalankan dengan baik dan benar di tanah suci nanti dengan bimbingan oleh TPHI,TPIHI, maupun TPHD dan dipimpin oleh ketua regu dan rombongannya.”

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Blora Tri Hidayat dalam acara penutupan bimbingan manasik haji massal dan praktek bimbingan manasik haji kemaren (5/8) di pendopo Bupati Blora. “Kegiatan bimbingan manasik dan praktek sangat penting untuk membekali jamaah tentang tatacara haji yang baik dan benar serta kebijakan pemerintah secara teknis dalam pelayanan dan kebijakan haji supaya jamaah haji Blora bisa mengerti, memahami dan melaksanakan dan beribadah dengan lancar,” tuturnya.

Tri Hidayat menyampaikan bahwa Jamaah Haji Blora yang berjumlah 455 orang merupakan kloter 15 dan 16 yang akan berangkat pada tanggal 25 Agustus nanti, dimana gelombang pertama akan sampai di Embarkasi Solo pukul 10.00 WIB pagi dan gelombang kedua pada pukul 11 malam.

Adapun Secara nasional gelombang pertama akan diberangkatkan langsung menuju Madinah, tanpa melalui Jeddah dan gelombang kedua akan dipulangkan langsung dari Madinah, tidak perlu lagi kembali ke Jeddah.Beberapa kebijakan lain, saat ini adalah peningkatan kualitas katering di Madinah dan Armina, menambah layanan katering Mekkah dan pengawasan cita rasa menu Indonesia, Peningkatan kulitas layanan Bis Salawat dengan memperkecil rute, dan perbaikan fasilitas jemaah di Mina dan tersedianya posko pengamanan di Jamarat.

Menurut Tri Hidayat Tantangan penyelenggaraan haji di masa mendatang makin berat. “Meskipun begitu Kementerian Agama selalu berusaha melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada jemaah haji. Pemerintah setiap tahunnya selalu menghadapi situasi yang berbeda. Baik dari sisi regulasi maupun kondisi lapangan di Tanah Suci, maka Kementerian Agama akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik dengan dukungan semua pihak,” ujarnya.

“Peningkatan kualitas layanan saat ini menjadi perhatian bagi pemerintah sehingga selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi calon Jamaah haji,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Blora, Djoko Nugroho juga berharap agar pengetahuan yang didapat dari manasik haji ini bisa dipraktekkan di tanah suci nantinya.

“Jaga kesehatan, persatuan dan kesatuan serta saling tolong menolong diantara para calon jamaah nantinya. Jangan lupa gunakan kesempatan manasik haji ini dengan sebaik-baiknya. Kepada para calon jamaah haji jangan malu bertanya apabila ada hal-hal yang kurang jelas dalam manasik haji ini,” katanya.

Orang nomor satu dijajaran Pemkab. Blora ini mengatakan bahwa manasik haji merupakan salah satu upaya dalam peningkatan kualitas ibadah haji. Hal ini dimaksudkan, lanjutnya untuk menambah bekal bagi para jamaah terutama yang menyangkut masalah syarat, rukun dan tata cara beribadah haji yang benar sesuai syariat Islam.

“Manasik haji merupakan bimbingan dan pengenalan tata cara menunaikan ibadah haji dan juga merupakan sarana untuk menambah pengetahuan bagi calon jamaah haji,” jelasnya.

Penasehat MUI Blora, KH. Muharror Ali dan KH Ishad Shofawi juga melakukan bimbingan praktek manasik Haji yang didikuti dengan khusyuk oleh seluruh jamaah mulai dari tatacara berpakaian mapun pelaksanaaan thowaf, sa’i dan praktek rukun, syarat haji lainnya.(ima)