Cegah Konflik FKUB Galakkan Komunikasi Antar Umat Beragama

Wonogiri – Demikian di sampaikan Ketua FKUB Kab. Wonogiri H. Soetopo Broto dalam acara safari /koordinasi putaran I di Kantor DPD LDII, Minggu (15/2015) yang di ikuti seluruh pengurus FKUB, Kesbanglinmas dan pengurus dan Jama’ah DPD LDII Kab. Wonogiri.

Menurut H. Soetopo Broto seiring bergulirnya reformasi lebih dari satu dekade yang lalu, bahaya disintegrasi muncul dalam berbagai bentuk konflik horizontal yang dipicu faktor politik,sosial, budaya, dan juga sentimen agama. Fragmen-fragmen pertikaian tersebut, menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI secara menyeluruh. Kebebasan dalam berpendapat menjadi pemicu bagi setiap kelompok untuk menyuarakan aspirasi dan faham yang dianut selain itu juga faktor – faktor lain yang secara tidak langsung memiliki andil, seperti kesenjangan ekonomi, persaingan lahan kerja, dominasi politik, atau perebutan pengaruh.

Sebagai organisasi berbasis umat beragama FKUB Wonogiri berusaha memberdayakan unsur masyarakat seperti mengembangkan wawasan multikultural bagi segenap lapisan masyarakat, mendorong partisipasi setiap kelompok dalam memberikan pemahaman pentingnya kerukunan melalui pendidikan, penyuluhan, dialog, penelitian dan pengkajian, dan yang terutama adalah, mendorong agar pemahaman keagamaan senantiasa selaras dengan pemahaman dan wawasan kebangsaan yang menyeluruh.

Sesuai rencana Safari & koordinasi FKUB dengan organisasi kemasyarakatan dan lembaga/instansi akan di laksanakan 11 kali mulai di DPD LDII, Kampus STABN, PC. Nahdlatul Ulama, PD Muhammadiyah, Vihara Agung, IPHI, Gereja Kristen, DDI, MMI, MTA, DMI serta Lurah dan Kepala Desa se Kab. Wonogiri. Acara silaturohmi di isi dengan dialog antar umat beragama dan sosialisasi Peraturan Bersama Menag dan Mendagri.

Output dari kegiatan Safari Antar umat beragama tersebut di harapkan mampu merumuskan masukan tentang langkah-langkah kebijakan yang mensinergikan program, baik dengan pemerintah pusat, juga antar pemerintah daerah, utamanya dalam hal pendanaan, pembinaan, pengawasan, dan pemberdayaan ormas keagamaan ke depan.

“Semoga program tersebut dapat memotivasi semua pihak untuk menjalin terbentuknya komunikasi yang harmonis antar umat beragama, setiap ada masalah bisa di musyawarahkan yang akhirnya tercipta kerukunan antar umat beragama” imbuhnya. (Mursyid-Heri)