Data itu memotret fakta, bukan melukis fakta

Kendal – Bagi kita dan kebanyakan orang masih beranggapan bahwa data hanyalah sesuatu yang mungkin merepotkan untuk mengelola dan mendapatkannya. Akan tetapi pada kenyataannya data adalah modal utama keberhasilan perencanaan sebuah pekerjaan, baik yang berada di swasta maupun instansi pemerintah/birokrasi.Data boleh disebut sebagai “tongkat pemandu” untuk menentukan arah dalam melaksanakan roda suatu pekerjaan.

Namun bagi instansi (pegawai) data kadang dianggap sebagai sesuatu yang asing dan tidak menjadi prioritas, bahkan tak terpikirkan sama sekali. Padahal dengan data, kita bisa memprediksi, mengkalkulasi dan sampai bisa menguasai apapun yang kita rencanakan. Tentu dengan asumsi bahwa strategi kita tepat dengan sasaran penggunaannya.

Demikian diungkapkan Kepala Kankemenag Kab. Kendal Muh. Sa’idun saat membuka Rapat Koordinasi Pengumpulan Data Profile Kantor Kementerian Agama Kab. Kendal yang diikuti oleh para Kepala Seksi dan Pengelola Kegiatan serta Kepala KUA Kecamatan Se-Kab. Kendal , Selasa (22/12).

Lebih Lanjut Sa’idun menjabarkan bahwa data itu seperti potret , bukan lukisan. “Data itu seperti memotret, jadi apa adanya sesuai kondisi riil. Bukan melukis yang penuh imajinasi dan karangan,” ungkapnya.

“Misal masjid berwarna merah, maka potretnya pun berwarna merah. Beda jika itu lukisan, bisa saja warnanya berubah biru,” ungkap Sa’idun menambahkan.

Dalam Sesi Selanjutnya, Vita Santa Kusuma menjelaskan syarat agar data bisa digunakan oleh stake holder. Agar bisa dipakai data mesti memenuhi 5 aspek yaitu: Obyektif, Representatif, Standart error kecil, up to date serta relevan. Jika ke 5 aspek itu tidak terpenuhi maka data hanya menjadi sampah, dalam sebuah istilah jika (data) sampah yang masuk, maka yang keluar juga (data) sampah – Garbage in, garbage out.

“Kelima aspek itu mesti dipenuhi secara mutlak, jika tidak data itu tidak berguna,” jelas Vita.

“Cara kerja data adalah Input , Proses serat Ouput. Jika inputnya sampah maka yang diproses dan outputnya juga akan berupa sampah,” lanjutnya.

Lebih lanjut Vita menjelaskan data mewakili kehadiran kita dalam sebuah penyajian sehingga data yang kita paparkan mesti mudah dipahami oleh orang yang membaca data kita. Oleh sebab itu alangkah baiknya data kita paparkan dalam beberapa bentuk yaitu : Tabel, grafik serta essay. (adm)