Imam Kusnandar, Donatur Tetap MAN 2 Kota Semarang

Semarang – Untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang matanya minus atau faktor lain sehingga terganggu penglihatannya ketika belajar, Kepala Cabang PT. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Badan Usaha Milik Negara (BUMN Cabang Surabaya), Ir. H. Imam Kusnandar yang masih ada kekerabatan dengan guru Sosiologi MAN 2 Kota Semarang Wahyu Handayani, Kamis 11 Oktober 2018 memberikan bantuan 72 kacamata gratis kepada siswa dan diserahkan langsung di ruang Kepala Madrasah. Sebelum kacamata diberikan, siswa dicek kesehatan matanya dengan detail untuk menyesuiakan kacamata yang akan diberikan. Bantuan tersebut murni bantuan secara pribadi bukan dari institusinya.

Kepala MAN 2 Kota Semarang, Saefudin mengapresiasi bantuan tersebut dan menerangkan bahwa, Imam Kusnandar telah menjadi donatur tetap selama tiga tahun dari tahun 2016-2018 di MAN 2 Kota Semarang.

“Dana sukarela yang disumbangkan sudah tidak bisa dihitung lagi jumlahnya. Dana sumbangan tersebut dialokasikan untuk membayar SOP, pembelian sepatu, sepeda, seragam olahraga, serta hadiah doorprize dalam beberapa kegiatan madrasah, hingga kacamata,” urai Saefudin.

Ditambahkan, tidak semua orang tua yang menyekolahkan anaknya di madrasah berpenghasilan ekonomi menengah ke atas, dengan pemberian kacamata minus gratis ini semoga menjadi pemicu agar semangat belajar bagi peserta didik kendor, karena permasalahan mata sudah bisa diatasi. Tidak hanya bantuan secara material, Imam Kusnandar juga memberikan bantuan secara moril. Dalam beberapa event penting madrasah, ia menyempatkan diri untuk memberikan motivasi kepada guru-guru dan pengurus OSIS. Bahkan, ia juga pernah mengisi pengajian tentang esensi Zakat, Infak, Sedekah serta materi Hidup Sukses Dunia Akhirat. Dalam suatu kesempatan motivasi, ia juga menawarkan untuk memberi bantuan kepada alumni MAN 2 Semarang yang diterima di Institut Teknik Surabaya (ITS).

“Saya siap membantu alumni MAN 2 Kota Semarang yang kuliah di ITS, bisa kos di rumah saya bahkan tidak bayar,” ucap Kepala Madrasah mengulang janji Imam Kusnandar. (Ahmad Riyatno/gt)