Jadilah pegawai yang menyenangkan

Demikian antara lain pengarahan Kakankemenag Kota Semarang, Muh Habib di hadapan seratus peserta kegiatan Pelatihan Exellent service, di aula setempat, Rabu (24/2). Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Kakankemenag menyampaikan bahwa kegiatan ini harus berdampak pada kualitas pelayanan di lingkungan Kankemenag Kota Semarang di berbagai bidang, pelayanan haji, pendidikan, pelayanan KUA, lembaga keagamaan dan bidang – bidang lain.

“Sesuai dengan Undang – Undang nomor 5 tahun 2014, setiap ASN adalah abdi negara dan abdi masyarakat, karenanya pelayanan masyarakat harus diutamakan terlebih kepastian hukum dalam hubungan antar masyarakat dan penyelenggara pelayanan publik sudah diatur dalam Undang – Undang nomor 25 tahun 2009” kata Habib.

Lebih lanjut Kakankemenag menyampaikan bahwa pelayanan prima merupakan tindakan nyata yang bersifat abstrak, sehingga tidak bisa diraba, hanya bisa dilihat, diucapkan dan dirasakan. Salah satu indikator dari pelayanan prima adalah terpenuhinya layanan masyarakat secara efisien dan tepat waktu. Pesannya. “Para ASN harus selalu bersikap sopan, ramah, murah senyum, tanggap, peduli dan proaktif dalam melayani masyarakat”. Peserta diharapkan memperoleh manfaat dari kegiatan ini yang akhirnya dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi, “tuturnya.

Kasubbag TU, Labib melaporkan bahwa kegiatan yang yang diikuti oleh ASN dan pegawai honorer di lingkungan Kemenag Kota Semarang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ASN terhadap pelayanan prima sehingga mampu mengaplikasikan dalam tugas dinas sehari – hari dan meningkatkan kualitas pelayanan Kankemenag Kota Semarang.

Narasumber berasal dari Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Utama Semarang, Yurika Skripsianingsih (Deputy Manager of sub Branch) dan Ajib Saifurrohman (Customer Service) menyampaikan bahwa excellent service adalah sebuah tuntutan masyarakat yang harus dilakukan karena masyarakat sekarang semakin kritis dengan adanya peningkatan pendidikan, strata sosial dan kemajuan teknologi. Yurika mengatakan, “Anggapan masyarakat tentang pelayanan publik yang terkesan birokratis, tidak transparan, proses terlalu panjang, seringkali berbelit-belit dan biaya mahal harus ditepis dengan tindakan nyata dan pelayanan semaksimal mungkin”.

Harapan masyarakat tentu pelayanan yang berkualitas, yaitu :  Makin lama makin baik (better)  Makin lama makin cepat (faster)  Makin lama makin diperbaharui (newer)  Makin lama makin sederhana (simple)

Pemateri memaparkan bahwa yang penting untuk diperhatikan adalah masyarakat bukan merupakan orang luar, mereka adalah bagian dari pekerjaan kita, masyarakat adalah seseorang yang membawa kebutuhan dan tugas kita untuk memenuhinya, masyarakat adalah manusia yang mempunyai perasaan dan emosi.

Para peserta terlihat antusias selama mengikuti kegiatan, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan, terlebih ketika diadakan simulasi drama menerima tamu dan menerima telepon. (CH/gt)