Jalan Sehat Keluarga Pererat Silaturahim Guru dan Oragtua Siswa

Semarang – Kehadiran orangtua di madrasah untuk bertemu dengan guru bisa dikatakan jarang, paling setahun 2 kali saat pengambilan Raport di semester 1 dan 2. Minimnya sarana silaturahim antara guru dan orangtua siswa memberikan inspirasi bagi MIN Kota Semarang untuk menyelenggarakan Jalan Sehat Keluarga merayakan Hari Lahir MIN Kota Semarang ke – 22, Jum’at (22/3).

Kegiatan yang diikuti oleh 1000 peserta terdiri dari siswa, orangtua siswa, guru/pegawai, dan komite MIN Kota Semarang dibuka secara resmi oleh Camat Gunungpati. Dalam amanatnya Ronny mengucapkan selamat dan sukses atas HARLAH ke – 22 MIN Kota Semarang. 

“Sukses buat Madrasah Ibtidaiyah Negeri ini yang terus mengembangkan diri sehingga mutu dan kualitasnya tetap dapat terus dibanggakan di kemudian hari. Selamat atas hari ulang tahunnya semoga tetap terdepan dalam mendidik dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” ungkap Ronny.

Sesaat bendera start dilepas oleh Camat, pasukan Drumb Bund mulai membahana mengiringi jalan sehat dan peserta jalan sehat pun dengan semangat paginya mulai berjalan menyusuri rute yang telah ditetapkan oleh panitia. Saat sampai finish, konsumsi pagi, aneka pentas seni antar kelas, doorprize menarik dan bazar telah menanti di hadapan peserta.

Sambil menikmati sajian pentas kreatifitas siswa, Sabariyah salah satu orangtua siswa mengatakan, “Acara ini benar-benar menjadi sarana silaturahmi antara orangtua dengan guru. Tak hanya itu, kami jadi ketemu saudara, dan ketemu teman waktu nunggu di RA dulu. Pokoknya rame dan menyehatkan,” tuturnya.

Tanggapan dan respon positip juga disampaikan oleh Sumiati penjual Es Degan dan Nasi Goreng yang ikut meramaikan Bazar. “Alhamdulillah berkat jalan sehat ini jadi tambah sedulur, tambah rezeki, dan tambah pengalaman. Sukses buat  MIN Kota Semarang di HARLAH ke – 22 ini,” pungkasnya.

Hari semakin siang, pentas antar kelas semakin cantik dan indah karena giliran kelas atas yang tampil. Saat tarian Mapadendang tampil, semua perhatian terarah pada panggung yang disulap oleh siswa kelas 5.A ini. Tepuk tangan riuh menghangatkan suasana hingga akhirnya tarian ini berakhir.

Saat turun panggung, Zahra salah satu penari Mapadendang merasa lega karena sudah bisa menghibur penonton. Demikian juga ibu Yanti selaku orangtua Zahra, yang juga menjadi tim make up, kostum dan koreo. “Alhamdulillah bisa meramaikan HARLAH MIN, dan luar biasanya kostum yang kami pakai ini adalah kostum kreasi meggunakan pakaian yang sudah ada, karena guru kelas 5.A menyarankan tidak boleh mengeluarkan dana sedikitpun untuk kegiatan pentas ini,” ungkapnya dengan bangga.

Ungkapan bangga dan bahagia meyelimuti acara ini, hingga pada puncaknya diambillah kupon doorprize utama oleh kepala madrasah berupa Sepeda Gunung untuk siswa. Akhirnya Videla Dwi Pragiwati siswa kelas 5.A sebagai peraih doorprize utama. “Selamat, sepeda ini untuk Della yang telah menjadi anak yang beruntung dari sekian ratus siswa di madrasah ini. Semoga bermanfaat dan bisa digunakan untuk sarana transportasi ke madrasah ini,” ungkap Subiyono. (sby/bd)