Kakanwil : Madrasah Sekarang Syarat dengan Prestasi

Semarang (Madrasah) –  Kenaikan jumlah madrasah di Jawa Tengah dua tahun terakhir ini mancapai angka 1,5%. Kenaikan jumlah madrasah itu harus diimbangi dengan  jaminan kualitas (quality assurance) kelembagaan madrasah dalam memberikan pelayanan pendidikan.

Demikian pernyataan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani di hadapan 40 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Madrasah Efektif dan Sehat di Hotel Candi Indah Semarang, Rabu (01/03). Bimtek yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah tersebut diikuti oleh para Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta dari 10 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yaitu Kab. Banjarnegara, Kab. Magelang, Kab. Boyolali, Kab. Grobogan, Kab. Kudus, Kab. Jepara, Kab. Demak, Kab. Kendal, Kab. Tegal, dan Kab. Brebes.

Farhani menjelaskan, madrasah masa lalu sudah berbeda dengan madrasah zaman sekarang. “Kalau dulu madrasah itu sulit untuk berprestasi, tapi madrasah sekarang ini sudah syarat dengan prestasi, hal ini karena ada dukungan anggaran dari pemerintah,” kata Farhani.

Bahkan lanjut Farhani keberadaan MI sekarang dirasa sudah menjadi ancaman bagi Sekolah Dasar (SD), faktanya banyak SD yang kekurangan peserta didik atau bahkan ada yang bergabung dengan SD lain sedangkan banyak madrasah kita yang menolak peserta didik baru.

Disebutkan bahwa Amandemen UUD 1945 telah mengamanatkan 20% APBN adalah untuk pendidikan, dan di Kementerian Agama sendiri mengelola anggaran sebesar 60,2 trilyun sedangkan 85% dari anggaran tersebut dipergunakan untuk pendidikan yang dikelola di Kementerian Agama termasuk madrasah. “Ini bukti bahwa Kementerian Agama sangat konsen terhadap pendidikan,” tambahnya.

Lebih lanjut Farhani menegaskan, pelaksanaan bimtek ini harus menjadi program/ kegiatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas madrasah melalui akreditasi, artinya setelah mendapatkan bintek ini para Kepala Madrasah harus segera berbenah dan menata lembaganya untuk mewujudkan madrasah efektif dan sehat serta mencapai peringkat akreditasi A.

Bimtek Pengembangan Madrasah Efektif dan Sehat akan berlangsung selama empat hari mulai 1 s.d. 4 Maret. Narasumber yang dihadirkan adalah dari unsur Kanwil Kemenag, akademisi Pusat Pengembangan Madrasah (PPM), dan praktisi pendidikan. [asym/gt]