Kakanwil : Pedomani POS dalam Ujian

Grobogan (Inmas) – Untuk menyamakan persepsi pelaksanaan ujian akhir madrasah berstandar nasional (UAMBN), Kamis (16/03) Kankemenag Kab. Grobogan menyelenggarakan sosialisasi UAMBN bertempat di Aula Danau Resto Grobogan. Tidak kurang dari 300 orang kepala madrasah dan calon pengawas ujian, sebagaimana disampaikan oleh Muh. Arifin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan, mengikuti sosialisasi yang dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah ini.

Berbagai prestasi dan kemajuan lembaga pendidikan madrasah di Jawa Tengah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Madrasah saat ini sudah tidak bisa dikatakan sebagai lembaga pendidikan alternatif. Ini dibuktikan dengan diraihnya prestasi baik para guru, kepala Madrasah, maupun para siswa dalam ajang lomba ditingkat nasional dan bahkan internasional, meski sarana prasarana madrasah bisa dibilang terbatas.

Bukti lainnya adalah tingkat kekayaan masyarakat kepada madrasah semakin naik dengan besarnya jumlah pendaftar peserta didik baru setiap tahunnya. Tidak sedikit madrasah yang tidak mampu menampung seluruh pendaftar karena terbatasnya daya tampung madrasah. Sarana dan prasarana yang terbatas itu selayaknya tidak menjadi alasan untuk tidak berprestasi.

“Jangan jadikan kurangnya sarana prasarana sebagai alasan untuk tidak berprestasi,” himbau Farhani.

Selanjutnya, Kakanwil mengingatkan pentingnya madrasah selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanannya termasuk pula pelaksanaan ujian harus sukses.  “Lakukan upaya yang bermartabat untuk meraih tri sukses : Sukses Perencanaan, Sukses Penyelenggaraan, dan Sukses Hasil,” lanjutnya.

Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan ujian telah ditentukan dalam POS. Untuk itu ketika dijumpai permasalahan yang belum diatur dalam POS, agar bisa segera diambil keputusan setelah berkonsultasi kepada pihak yang berkompeten.

Mengakhiri, Kakanwil berharap agar dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab untuk selalu dilandasi dengan semangat yang dilandasi 5 Nilai Budaya Kerja. (fat/gt)