Kankemenag dan Pemda akan Canangkan Gerakan Wonogiri Mengaji

Wonogiri – Pemerintah Kabupaten Wonogiri bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten berencana melaksanakan kegiatan Wonogiri Mengaji. Program ini akan di launching awal Mei 2015 bertepatan dengan hari jadi Wonogiri.

Menurut rencana, upacara launching tersebut akan diawali tandai dengan pengerahan 1000 santri/siswa di alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri dengan tadarus Al Qur’an massal dilanjutkan dengan tabligh akbar.

Demikian hasil Rapat koordinasi yang dilaksanakan Senin (4/1) di Ruang Rapat Eks kerjasama Setda Kabupaten Wonogiri. Hadir dalam acara tersebut Kabag Kesra Setda Kab. Wonogiri H. Maryanto, S.Sos. MM, Kasi Pakis Kankemenag Wonogiri, H. Hidayat Maskur, S.Ag. MSI, Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri Drs. Suwanto, M.Pd , Sekum Badko TPQ Kab. Wonogiri H. Mursyidi, S.Ag MSI dan perwakilan Qori’ qori’ah di Kabupaten Wonogiri.

Menurut H. Maryanto maksud dan tujuan kegiatan Wonogiri Mengaji adalah untuk menyemarakkan dan mewarnai hari jadi Wonogiri dengan mempelajari, membaca dan memahami Al- Quran bagi masyarakat.

Hal tersebut dalam rangka mempersiapkan generasi yang memahami tentang pokok- pokok ajaran agama dan memberantas buta aksara Al- Quran sehingga terbentuk pribadi yang berakhlak baik dan memiliki karakter keagamaan yang kuat. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh masyarakat muslim mulai dari anak- anak, remaja, dewasa, sampai orang tua.

“Kondisi Anak-anak kita sekarang ini semakin memprihatinkan. Banyak waktu hanya dihabiskan untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Kondisi inilah yang memicu banyaknya anak-anak terjerumus atau terpengaruh dengan situasi lingkungan. Bahkan celakanya sebagian anak-anak terjebak dalam perbuatan asusila, miras, tawuran dan lain sebagainya” imbuhnya.

Program ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kembali kesadaran dan kecintaan anak terhadap kitab suci Al Quran. Muaranya, tentu pada perbaikan akhlaq seluruh generasi muda Islam. Selain itu, dengan program ini diharapkan juga agar para orang tua bisa pro aktif mengawasi anak-anak agar mau melaksanakan ibadah shalat maghrib dan dilanjutkan dengan membaca Al Quran.

Sedangkan H. Hidayat Maskur menyambut baik program tersebut. Beliau berpesan agar kegiatan ini bukan seremonial dan simbolis semata tetapi harus menjadi gerakan yang menyeluruh di wonogiri dan didukung oleh semua lapisan masyarakat dan pemerintah. Program ini merupakan bentuk komitmen untuk mendukung visi misi pemerintah menuju masyarakat yang madani dan religius. Selain itu program ini juga menjadi bagian dari bentuk pengembangan bagi pendidikan karakter anak yang ada di kabupaten Wonogiri.

“Mari kita biasakan membaca Al Quran. Karena rumah yang di dalamnya selalu diperdengarkan bacaan al Quran, maka rumah dan isinya akan mendapatkan ketenangan dan ketentraman. Selain itu aktifitas anak selama berada di luar jam sekolah haruslah mendapat perhatian dari orang tua. Jadi program ini juga akan berjalan dengan baik tidak terlepas dari dukungan orang tua untuk mengontrol aktifitas anak selama di rumah,” tambahnya (Mursyid & Heri)