Kankemenag Wonogiri salurkan bantuan air bersih

Wonogiri – Tahun 2015 bencana kekeringan yang melanda kabupaten wonogiri semakin meluas, krisis air bersih semakin dirasakan kota gaplek, tak hanya itu, volume air di Waduk Gajah Mungkur (WGM) juga menyusut hingga 30 persen. Selain buat irigasi, air waduk tersebut selama ini juga digunakan buat bahan baku air bersih di PDAM.

Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial pegawai Kantor Kementrian Agama Kabupaten Wonogiri memberikan bantuan berupa air bersih sebanyak 65 tangki untuk korban kekeringan di wilayah selatan wonogiri yang meliputi wilayah di kecamatan pracimantoro, giritontro dan paranggupito.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Safrudin mengatakan aksi sosial tersebut digelar setiap tahun untuk meringankan beban warga yang kekurangan air bersih setiap kemarau tiba dan sebagai sikap solidaritas dan kepekaan sosial kepada masyarakat, sumber dananya berasal UPZ Kankemenag Wonogiri, untuk tahun ini bantuan air bersih itu dibagikan ke Kecamatan Pracimantoro sebanyak 25 tangki, Giritontro 20 tangki, Paranggupito 20 tangki pendistribusian pembagian air bersih tersebut dilakukan berdasarkan luasan wilayah yang membutuhkan.

Menurut sekretaris UPZ Kankemenag Wonogiri yang sekaligus Gara Syariah Fauzi Rohman, Rabu (19/08) menyampaikan bahwa pembelian air bersih di serahkan masing-masing KUA di wilayah tersebut sekaligus menentukan daerah prioritas serta langsung di distribusikan kepada masyarakat.

Selain bantuan air bersih, UPZ Kantor Kemenag Wonogiri juga akan menggelar berbagai aksi sosial untuk bantuan insentif guru WB baik di RA, MI, MTs dan MA, dan juga untuk beasiswa RA/BA, bantuan operasional Madin dan bantuan sertifikasi tanah wakaf serta bantuan untuk fakir miskin dan pondok pesantren.

Seperti di beritakan berbagai media baik nasional maupun lokal wilayah wonogiri selatan rentan mengalami kekurangan air bersih sejak awal kemarau lalu, sesuai penuturan warga, mereka terpaksa membeli air melalui truk-truk tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan sebagian besar dari mereka kini terpaksa menjual ternak kambingnya untuk membeli air bersih, walaupun upaya pemerintah daerah untuk mencari sumber air sudah di lakukan tapi belum berhasil.

“Penyaluran zakat pegawai Kankemenag Wonogiri untuk kepentingan masyarakat ini diharapkan bisa membantu meringankan beban sesama. Selain bantuan air bersih, dana UPZ juga disalurkan dalam bentuk modal usaha, beasiswa siswa miskin, bantuan Madin, bantuan sembako, dan honor bagi guru wiyata bakti” pungkasnya. (Mursyid__ Heri)