Kemenag Sukseskan Karnaval Budaya Dugderan Kota Semarang

Semarang – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Kota Semarang memiliki tradisi unik yaitu dugderan. Menurut sejarah tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1881. Tiap tahun dalam menyambut Ramadhan, perayaan dugderan dimeriahkan dengan pasar rakyat yang digelar selama seminggu di kompleks Masjid Agung Kauman dan Pasar Johar. Beberapa hiburan, mainan tradisional dan ragam kuliner ditawarkan sebagai daya tarik wisata di Kota Lumpia ini.

Kemeriahan menyongsong bulan suci tahun ini juga ditunjukkan dalam karnaval budaya di bawah leading sector Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Perayaan yang merupakan agenda rutin tahunan ini diselenggarakan dalam dua tahap. Pertama Rabu (24/05) dengan peserta pelajar TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Semarang. Pada pawai yang diawali dari Lapangan Pancasila, Simpanglima menuju Taman Menteri Supeno sekitar 15 ribu pelajar meramaikan acara dengan berkostum pakaian adat, kreasi busana dan tampilan kesenian lokal, dengan membawa kembang manggar dan warak ngendog.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan bahwa karnaval dugderan merupakan tradisi masyarakat kota Semarang yang harus terus dipertahankan dalam rangka nguri-nguri budaya. “Karnaval budaya ini menjadi pemersatu perbedaan antar warga di Kota Semarang yang terdiri dari beberapa etnis, meski berbeda tetapi tetap menjalin kerukunan dan hidup harmonis,” ujar Hendy sapaan Walikota.

Sementara itu Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Labib mengatakan, keterlibatan Kemenag pada kegiatan ini mulai dari rapat koordinasi persiapan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. “Beberapa kali rakor, Kemenag selalu hadir. Partisipasi Kemenag setiap tahun, mengirimkan pasukan karnaval pelajar MI, MTs dan MA negeri dan swasta. Kemenag juga mendapatkan tugas untuk membaca do’a berbahasa Jawa pada prosesi dugderan di Balaikota Semarang. Pada undangan perayaan karnaval, Kemenag juga hadir bahkan Bapak Kakankemenag ikut mendampingi rombongan Walikota Semarang menaiki kereta kencana hias,” terang Kasubbag TU.

Humas Kemenag Kota Semarang Hanum mengatakan, tema karnaval tahun ini Dugderan Meneguhkan Tekad Meraih Semarang Hebat. “Pemilihan tema ini mengandung maksud agar seluruh warga Kota Semarang menyatukan hati dan meneguhkan tekad untuk bersama-sama membangun Kota Semarang menuju Semarang Hebat,” pungkas Hanum.(ch/gt)