
Semarang (Humas) — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi bersama LPTQ kabupaten/kota se-Jateng, Kementerian Agama, serta jajaran kesejahteraan rakyat (Kesra) di Gedung Gradhika Pemprov Jateng, Selasa (31/3/2026). Rakor ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan visi dan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Asisten I Pemprov Jateng, Kepala Biro Kesra Jateng, Kabag Kesra Kota Semarang, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, Plt. Kabag TU Kanwil Kemenag Jateng, serta Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jateng.
Kabiro Kesra Pemprov Jateng, Gunawan Sudharsono, menjelaskan bahwa rakor ini tidak hanya melibatkan jajaran LPTQ dan pemerintah daerah, tetapi juga menghadirkan Kepala Kemenag se-Jateng, para orang tua/wali peserta, serta sejumlah lembaga terkait. “Ini sebagai upaya menyamakan persepsi dan memperkuat dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyoroti potensi pergerakan kafilah yang berasal dari warga Jawa Tengah yang merantau di luar daerah. Ia menyebut, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat partisipasi dan dukungan masyarakat.
“Kemungkinan para kafilah ini beredar pulang kampung. Karena banyak warga Jateng yang merantau di luar Jawa,” kata Wagub.
Ia juga meminta seluruh kepala daerah untuk menyemarakkan MTQ secara merata di seluruh wilayah Jawa Tengah. “Jangan hanya terpusat di Kota Semarang, tetapi harus tersosialisasi hingga 35 kabupaten/kota,” tegasnya.
Menurutnya, pelibatan unsur Kesra, Kemenag, LPTQ, lembaga, serta orang tua/wali peserta bertujuan menyatukan gagasan dan strategi dalam menyongsong MTQ Nasional. Ia menekankan pentingnya penguatan syiar Al-Qur’an sekaligus peningkatan prestasi para kafilah.
“Syiarnya harus muncul. Prestasinya juga harus kita dorong dan petakan. Kita perpanjang waktu pendampingan, pembelajaran, dan pendalaman,” ungkapnya.
Wagub juga mengakui masih adanya masyarakat yang belum mengetahui secara luas tentang agenda MTQ Nasional. Untuk itu, ia mendorong langkah konkret seperti pemasangan billboard sebagai bentuk dukungan moral bagi para kafilah dari seluruh Indonesia.
“Ini bagian dari dukungan kita. Mari kita jadikan Jawa Tengah sebagai provinsi yang melahirkan generasi Al-Qur’an,” imbuhnya.
Selain itu, Taj Yasin turut menyinggung pentingnya menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi ramah muslim, termasuk dalam penyediaan akses makanan halal bagi masyarakat.
Rakor ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi lintas sektor guna menyukseskan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an di seluruh penjuru Jawa Tengah.









