Madrasah se-Wonogiri Tanda Tangani Pakta Integritas UN

Wonogiri – Bukan hanya sekadar lulus dan nilai bagus, namun ujian nasional (UN) merupakan salah satu momentum untuk menyiapkan generasi yang cerdas, pintar dan canggih serta berdaya saing. Namun di dalam pelaksanaan UN, ada indikasi perbedaan yang mendasar sehingga menimbulkan polemik di dunia pendidikan.

Bagi Madrasah Ujian Nasional adalah hajat besar bagi endingnya sukses penyelenggaraan dan sukses hasilnya untuk itu perlu persiapan dan kerja keras dan kejujuran kita bersama, namun peningkatan kualitas anak didik tetap menjadi tujuan utama dari suatu proses pembelajaran.

Untuk itu dalam rangka mewujudkan pelaksanaan Ujian Nasional yang jujur, seluruh kepala sekolah dan kepala Madrasah di Kabupaten Wonogiri menandatangani Pakta Integritas yang didampingi Ka. Dinas dan Plt. Ka. Kankemenag Wonogiri serta disaksikan Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri.

Penandatanganan ini dilaksanakan di Gedung Aula PGRI Wonogiri bersamaan dengan pelaksanaan Sosialisasi Ujian Sekolah/Madrasah/Kesetaraan dan Ujian Nasional tahun pelajaran 2015/2016, Sabtu (19/03). Acara juga di hadiri oleh Bupati Wonogiri dan Wakil Bupati Wonogiri, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri.

Pakta Integritas ini menunjukkan komitmen jajaran Madrasah di lingkungan Kankemenag Wonogiri untuk mewujudkan pendidikan yang berkarakter dengan berlandaskan motto Jujur dan Berprestasi.

Senada dengan motto UN 2016 Bupati Wonogiri, Joko Sutopo meminta insan pendidikan untuk lebih mengedapankan pendekatan persuasif terhadap siswa. Menurutnya, menghadapi UN, tidak hanya prestasi, namun integritas siswa juga harus dibangun dengan bagus pula.

“Prestasi yes, tapi jujur juga harus. Dua kalimat sederhana itu sarat makna. Yang jelas kita harus mengedepankan integritas, karena prestasi juga harus didasari kejujuran,” katanya.

Sedang Plt. Ka. Kankemenag Wonogiri yang di Wakili Kasi Pendidikan Madrasah, Ahmad Farid menyambut gembira penandatanganan fakta integritas tersebut, bahwa Ujian Nasional menitik beratkan pada aspek kejujuran dan karakter semoga bisa berlangsung dengan lancar dan sukses.

Sehingga menurut Ahmad Farid sejalan dengan tema UAMBN tahun ini yaitu ‘Mewujudkan Siswa Madrasah yang Jujur, Berprestasi, dan Bermanfaat’. Dan, pelaksanaannya lebih menekankan pada aspek integritas dan kejujuran. Sehingga harapannya siswa madrasah berada pada garda terdepan dalam keteladanan sikap dan itu tercermin dalam teknis proses ujian.

Adapun untuk peserta Ujian Nasional dan UAMBN dari madrasah tahun ini diikuti oleh, 627 siswa MI, MTs 1.311 siswa, MA 267 siswa. (Mursyid__Heri/gt)