Meneladani perilaku Santri

Tegal ( Slawi) – Upacara Hari Santri  Nasional( HSN) pada Hari Senin(22/10) di halaman MIN 3 Tegal berlangsung hidmat dan tertib. Para guru, pegawai, dan siswa berpakaian ala santri seperti memakai sarung, peci, dan sandal. Semua itu dilakukan untuk menghayati dan merasakan bagaimana keseharian santri di pondok pesantren. 

Bertindak sebagai pembina upacara,  Sekhudin menyampaikan lima  kewajiban yang dilakukan oleh santri pondok yang patut ditiru oleh siswa- siswi di madrasah. Kelima hal tersebut jika dilaksanakan maka dia akan menjadi santri yang sukses. 

“ Memperingati hari santri bukan hanya berpakaian seperti santri, tetapi harus meneladani apa yang dilakukan oleh santri. Setidaknya ada lima kewajiban santri di pondok pesantren yaitu pertama santri harus menutup aurat maksudnya adalah menjaga nama baik pondok, ustad dan dirinya sendiri. Yang kedua naha anil munkar, yaitu mencegah kemungkaran” ungkap Sekhudin.

“ Yang ketiga adalah taubat dari dosa, yang keempat cinta kepada kebaikan dan yang terakhir seorang santri itu harus susah dahulu. Apabila kalian mau mondok setelah lulus dari MI perhatikan lima hal tadi agar mudah terlatih terutama kewajiban nomor lima “ tambahnya.

Sementara itu ditemui setelah upacara, Edi Junaedi, salah seorang guru merasa senang dengan kegiatan hari santri dengan memakai pakaian ala santri. “ Kalau bisa seminggu sekali kita pakai pakaian begini, terasa lebih nyaman” katanya diiyakan oleh guru – guru yang lain.(gus27/rf)