Menjadi Guru PAI Harus Ikhlas

Sukoharjo – Menjadi Guru itu tidaklah gampang, selain harus membekali diri dengan pengetahuan dan wawasan yang luas untuk dapat ditularkan ke anak didiknya, seorang Guru haruslah memiliki integritas, keteladanan, bersikap amanah dan senatiasa bersabar, baik bersabar dalam mengahadapi anak didiknya dan juga bersabar terhadap orang tua wali muridnya. Terlebih lagi bagi seorang Guru Agama, integritas dan keteladanan adalah dua hal yang sangat berpengaruh terhadap tugas yang diembannya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Sukoharjo Ihsan Muhadi, menyampaikan hal tersebut ketika membuka acara Workshop Penilaian Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Bagi Guru PAI Sekolah Dasar, yang diselenggarakan oleh seksi PAIS Kankemenag Kabupaten Sukoharjo dengan mengundang 50 orang Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Selasa (17/07/2018) di Hotel Istana Hapsari Sukoharjo.

Masih menurut Ihsan, workshop yang diselenggarakan pada awal tahun ajaran baru tersebut sangat tepat diadakan sebagai bekal bagi Guru PAI SD untuk mempersiapkan kedepan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran dan bagaimana cara mengukur atau memberikan penilaian secara objektif terhadap apa yang sudah diajarkan.

Meskipun materi yang diajarkan oleh guru PAI berkaitan dengan materi keagamaan, tentunya dalam pelaksanaannya tetap harus mengacu kepada aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui kurikulum. “ Tidak seperti halnya pengajian atau ta’lim biasa, melainkan ada metode dan cara bagaimana agar pengajaran itu akan sesuai dengan harapan, karena jika mengajar tanpa kurikulum tentunya tidak akan bisa satu misi satu kesatuan dalam mewujudkan tujuan tersebut,” kata Ihsan.

Melalui sentuhan Guru PAI dapat mempersiapkan para peserta didik untuk dapat memiliki bekal berupa pondasi yang baik dalam pendidikan agama Islam, khususnya bekal akidah dan akhlak yang mulia. Ihsan menambahkan, bahwa pola pendidikan karakter yang efektif itu dapat dicapai melalui pendidikan agama Islam, kalau proses tersebut dapat berjalalan dengan baik dia meyakini tujuan dari pendidikan karakter itu  akan tercapai.

“Sebagaimana diutusnya Rosul, Rasul itu diutus juga untuk menyempurnakan akhlak,” tandas Ihsan.

Sebagai kata penutup Kakankemenag berharap agar para Guru PAI dapat bekerja dengan lebih ikhlas dalam menggembleng anak didiknya, dan tidak semata-mata melabuhkan tujuannya kepada urusan duniawi saja, melainkan dapat dijadikannya sebagai amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir meskipun sang Guru tersebut telah tiada.

Kakankemenag melanjutkan sambutannya dengan sesi materi yang Menjelaskan Tentang Visi, Misi dan Kebijakan Kementerian Agama Dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi PAIS Kankemenag Kabupaten Sukoharjo T. Istanto, Ketua Pokjawas Jumari dan Narasumber dari Guru Kankemenag.(Djp/Wul)