
Semarang (Humas) – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an memberikan santunan kepada keluarga almarhumah Puji Ariani, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Ungaran, Kabupaten Semarang.
Santunan sebesar 30 juta rupiah diserahkan oleh Kasubdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an Direktorat Pesantren Aziz Syafiuddin, kepada Nasrullah Rahmat Basuki, suami almarhumah, di kediamannya, Kelurahan Bangetayu, Kota Semarang, Minggu (26/10/2025).
“Ini titipan dari Bapak Menteri Agama untuk disampaikan kepada adik Zulian dan keluarga. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan adik Zulian tetap semangat menimba ilmu di pesantren,” pesan Aziz saat menyerahkan bantuan tersebut.
Almarhumah Puji Ariani diketahui meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas sepulang menjemput putranya, Zulian Adrel Basuki, santri Pesantren Jogorekso Gunung Pring, Muntilan, Magelang. Jarak antara rumah keluarga korban di Semarang dengan pesantren sekitar 90 kilometer, jarak yang cukup jauh untuk ditempuh dengan sepeda motor.
Suami almarhumah, Nasrullah Rahmat Basuki, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Menteri Agama.
“Terima kasih Bapak Menteri (Menag) atas perhatian dan bantuannya yang sangat luar biasa. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Nasrullah.
Penyerahan santunan turut disaksikan oleh Lurah Bangetayu Chumaidi dan Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Amin Handoyo.
Melalui santunan dan beasiswa ini, Kementerian Agama berharap dapat meringankan beban keluarga korban serta memberikan semangat bagi putra almarhumah untuk terus menempuh pendidikan di pesantren.
