MGMP MTs Kab.Kudus Susun Indikator Soal USBN

Kudus – Kankemenag kab.Kudus diserahkan SK MGMP penyusun indikator soal USBN pada  Ketua KKM dan guru mapel yang ditunjuk dala kegiatan penyusunan soal USBN, kegiatan penyusunan indikator soal USBN 2018. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dilaksanakan pekan kemarin di MTs Negeri 1 Kudus. 7/3

Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) ditetapkan berdasarkan peraturan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0045/BSNP/II/2018 tentang prosedur operasional standar penyelenggaraan ujian sekolah berstandar nasional tahun pelajaran 2017/2018.

"USBN merupakan kegiatan pengukuran capaian kompetensi siswa yang dilakukan sekolah untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar siswa," jelas Suhadi, Kasi Pendidikan Madrasah.

Mekanisne penyusunan soal USBN, lanjut dia, Kemdikbud  menyusun dan menetapkan anchor soal sebanyak 20%-25% soal USBN untuk semua mata pelajaran kecuali Pendidikan Agama dan Budi Pekerti yang ditetapkan oleh Kementerian Agama. Sementara Kementerian Agama Kabupaten sesuai kewenangan menetapkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) menyusun sebanyak 75%-80% indikator soal USBN sejumlah paket yang ditentukan untuk 6 mata pelajaran yang diujikan dalam pelaksanaan USBN yakni PKn, IPS, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika.

Dalam arahannya Suhadi menuturkan, “Ujian Sekolah Berstandar Nasional tahun 2018 ada beberapa perubahan yang harus dipahami dan disikapi dengan baik. Sesuai POS yang sudah diturunkan dari Kemendikbud, jumlah dan bentuk soal ada perubahan. Semisal untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia tahun lalu 50 butir soal semua pilihan ganda. Tahun ini berubah menjadi 40 butir soal pilihan ganda, dan 5 butir soal uraian. Kemudian kisi-kisinya tiap mapel tahun ini bersifat umum, sehingga cakupan penyampaian materinya juga lebih luas.

Sementara Ketua KKM MTs N 1 Kudus,Taufiq Hidayat  menuturkan “Perubahan kisi-kisi soal, bentuk soal, maupun waktu pelaksanaan yang lebih awal dibanding tahun lalu, harus kita sikapi dengan baik. Semua ketua dan wakil ketua kelompok mata pelajaran harus serius dan benar-benar menyusun soal-soal yang berdasakan indikator dan kisi-kisi di POS USBN,” pungkasnya.(s2r/bd)