MTQ Sebagai Media Dakwah dan Daya Dorong Percepatan Pembangunan

Kendal – Musabaqah Tilawatil Qur’an merupakan kegiatan yang telah mentradisi dan melekat dalam kultur masyarakat dan Bangsa Indonesia. Kehadiran MTQ senantiasa memiliki daya tarik dan ruang tersendiri dalam kehidupan masyarakat, mengingat kegiatan ini selain menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif, juga secara nyata telah terbukti mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan di daerah.

Demikian diungkapkan Bupati Kendal Mirna Annisa yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Bambang Dwiyono yang juga merupakan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam Kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar Ke 32 dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Umum Ke 27 Rabu (26/4), di Alun – Alun Kendal.

“Bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Kendal, MTQ ini memiliki nilai makna tersendiri sebagai penyejuk dan perekat kebersamaan (ukhuwah Islamiyah) di kalangan pelajar dan masyarakat umum,” ucap Bambang Dwiyono.

Bupati mengharapkan, MTQ yang digelar dapat memunculkan potensi, minat dan bakat, menuju generasi muda Kendal yang Qur’ani yang unggul, cerdas, agamis dan ber-akhlakul karimah, serta dapat menghasilkan kafilah-kafilah yang terbaik dari Kabupaten Kendal untuk diikut sertakan dalam MTQ di tingkat yang lebih tinggi.

Mirna menghimbau agar kegiatan MTQ jangan hanya disikapi sebagai kegiatan rutinitas seremonial semata, tetapi mampu menjadi momentum strategis mewarnai pelaksanaan pembangunan dan perilaku kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan nilai-nilai Qurani.

Pada Kesempatan itu, Bupati juga berharap supaya Kaum muslimin dan muslimat di Kabupaten Kendal untuk terus meningkatkan pemahaman arti dan makna ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan benar. Selain itu, para alim ulama dan tokoh agama dimohon untuk lebih memberikan pemahaman keagamaan dengan tata cara yang lebih teduh dan toleran.

“Mari kita bangun tatanan kehidupan bermasyarakat yang lebih beradab, termasuk terwujudnya kerukunan antar-umat beragama. Jika timbul persoalan, ajak masyarakat untuk menyelesaikannya secara santun, berkeadaban, serta menjauhi semua bentuk anarki dan kekerasan. Mari kita ajak saudarakita yang selama ini gemar menggunakan kekerasan dalam menyampaikan aspirasinya, untuk kembali ke cara-cara yang benar,” ajak Bambang Dwiyono.

Lebih lanjut dikatakan, Al Qur’an diturunkan sebagia petunjuk umat manusia untuk mencapai kebahagiaan bukan hanya berisi tentang prinsip keimanan namun juga sumber nilai universal dan ilmu pengetahuan dikemas dg bahasa yang indah, filosofi keteladanan, pesan moral luhur dan agung.

“Al Qur’an mengajarkan hidup harmonis, menjaga toleransi, hidup dalam damai, untuk saling mengenal, memberi maaf, mengasihiserta  bekerjasama dalam kebaikan,” pungkasnya. (ja/gt)