Penarikan Mahasiswa PPL STAIMUS Suarakarta dari MTsN 2 Wonogiri

Wonogiri – Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu kegiatan yang harus ditempuh oleh mahasiswa sebelum mereka lulus dari perguruan tinggi. PPL adalah kegiatan praktik sebelum mahasiswa benar-benar terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya. Banyak hal yang bisa dipelajari oleh mahasiswa selama mengikuti PPL.

Bagi mahasiswa pengambil jurusan yang berkaitan dengan dunia pendidikan biasanya melaksanakan PPL di sekolah/ madrasah. MTsN 2 Wonogiri termasuk salah satu madrasah yang mendapat kepercayaan menjadi tempat berlatih bagi mahasiswa PPL Mahasiswa STAIMUS Surakarta.

Banyak manfaat bisa diambil dari kegiatan PPL ini, baik bagi mahasiswa maupun madrasah. Mahasiswa semakin mengerti tentang pelaksaan bimbingan koseling di sekolah/ madrasah, sedangkan madrasah menjadi terbantu dalam pelaksanaan programnya. Sebuah kerja sama yang saling menguntungkan, simbiosis mutualisma, istilah biologinya.

Demikian di sampaikan Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi pada acara penarikan mahasiswa PPL dari STAIMUS Surakarta, Selasa (17/10) di ruang Aula setempat, turut hadir Ketua STAIMUS Surakarta dan para pembimbing, Kepala MTsN 2 Wonogiri dan Mahasiswa yang mengikuti PPL.

Kemudian kepada para mahasiswa yang telah melaksanakan PPL ia berharap agar mereka menjadi guru professional, sebagaimana fakultas dan jurusan yang dipilih.  “Tirulah bapak ibu guru yang selama ini mendampingi kalian,” katannya.

Harapannya bahwa kerja sama dan silaturahim ini tidak berhenti setelah mahasiswa ditarik namun bisa dilanjutkan pada kerja sama yang lain.

“Jadikan pengalaman  selama praktek di MTsN 2 Wonogiri sebagai entry point untuk meningkatkan kapasitas keilmuan mengajar, sehingga kedepan kemampuan dan keahlian sebagai guru semakin baik dan meningkat,” papar Ka. Kankemenag Wonogiri.

Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Wonogiri, Mujiyono sangat  memberikan apresiasi kepada mahasiswa bahwa mereka adalah mahasiswa PPL yang pertama kali memiliki tekad untuk bisa hadir jam 06.30 WIB di madrasah. Tekad tersebut mengindikasikan bahwa  mahasiswa memiliki target yang harus dicapai. Ini adalah awal sebuah proses menuju kesuksesan.

Mujiyono merasa bangga dan kehilangan saat para mahasiswa ini ditarik mengingat selama 2 bulan sudah bersama bertugas di madrasah ini. Tentunya banyak suka duka yang dirasakan saat menjalankan tugas PPL ini.

“Namun kami juga mengerti, bahwa adik-adik harus menjalankan tugas yang diberikan oleh perguruan tinggi,” ujarnya sembari berharap agar mereka segera menyelesaikan laporan dan program berikutnya serta lulus dari kampusnya. (Mursyid_Heri/Wul)