Pendataan Simpatika Harus Valid dan Up to date (akurat dan akuntabel)

Wonogiri – Simpatika atau yang di kenal dengan Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada madrasah yang merupakan tindak lanjut dari program Padamu Negeri harus dijalankan sesuai dengan prosedurnya dengan memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi terkini.

Simpatika merupakan pusat informasi pelayanan PTK Kemenag yang berbasis Self Services Technology, sehingga benar-benar dibutuhkan kemandirian oleh PTK dan setiap PTK berkewajiban untuk menyimpan kerahasiaan user id masing-masing. Seorang operator harus mampu mengaplikasikan SIMPATIKA dengan baik karena salah satu tujuannya adalah sebagai acuan perhitungan beban kerja guru untuk penerbitan SKMT nya, serta sebagai analisis kelayakan guru untuk menerima tunjangan sertifikasi dan tunjangan lainnya.

Hal tersebut di tegaskan Kasi Pendidikan Madrasah, Ahmad Farid dalam acara Rakor Sosialisasi Simpatika pada Madrasah Ibtidaiyah tahun 2017, Kamis (16/03) di Aula Kankemenag  yang di ikuti operator Simpatika MI sekab. Wonogiri.

Menurut Ahmad Farid, Simpatika adalah wadah informasi secara digitalisasi PTK/ guru di madrasah yang harus diperbaharui setiap semesternya, oleh karena itu Rakor digelar dengan tujuan mensinkronisasikan data Simpatika, sehingga penyajiannya akan valid dan update.

“Operator harus memahami dengan benar, karena Simpatika merupakan salah satu penentu karir seorang tenaga pendidik”, terangnya.

Selain itu  aplikasi ini memiliki peranan penting dalam mengambil data calon peserta sertifikasi guru, dengan harapan semua guru yang ada di madrasah dapat menjalankan kewajibannya dengan maksimal dan mendapatkan haknya sesuai aturan yang berlaku. “Mari kita sukseskan pendataan Simpatika agar kinerja guru-guru semakin meningkat dan bangun bersama peningkatan mutu PTK Kemenag dengan pemanfaatan Teknologi Informasi terkini yang lebih cepat, mudah, akurat, akuntabel dan berkesinambungan melalui Simpatika ini dan semoga bisa berjalan dengan lancar” imbuhnya.

Melalui rakor tersebut, menurut Harno, Operator Kankemenag Wonogiri menyampaikan bahwa data Simpatika harus terupdate secara langsung, guru dan pengawas mengetahui bahwa system dan database dapat terdistribusi di beberapa lokasi data center yang disediakan pengguna, dan pengguna diberikan hak akses layanan personal untuk pemutakhiran data secara mandiri melalui digital termasuk evaluasi diri sendiri. (Mursyid_Heri/Wul)