Pentingnya Pemahaman Kesehatan Reproduksi Pra Nikah

Klaten – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten gelar kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi calon pengantin (catin) angkatan ke VII, yang diadakan selama dua hari dari 13-14 November 2018 yang melibatkan 40 pasang catin wakil dari 26 Kecamatan yang ada di Klaten, yang dilaksanakan di Aula Al Ikhlas Kemenag Klaten, Rabu (13/11).

Kasi PHU Kemenag Klaten, M. Yusuf, yang mewakili Kakankemenag Klaten dalam pembukaannya mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda dari Kemenag Klaten melalui Seksi Bimas Islam yang telah terbagi dalam tujuh angkatan yang rencana sampai sepuluh angkatan.

“Ini salah satu bentuk sinergi positif Kemenag dalam upaya memberikan pemahaman dan membekali bagi calon pengantin dengan materi-materi terkait kebijakan Kemenag tentang bimbingan perkawinan, konsep Islami dalam membentuk keluarga sakinah serta pengetahuan dalam hal kesehatan reproduksi keluarga,” tandas Yusuf.

“Ikuti dengan seksama bimbingan ini secara utuh dan menyeluruh, agar pemahaman tentang materi pra nikah dapat terserap dengan baik untuk menuju keluarga yang sakinah,” harapnya.  

Sementara itu narasumber lain, Dr. Sundari dari Dinas Kesehatan Klaten menyampaikan, materi kesehatan reproduksi, bahwa menikah tidak hanya membutuhkan persiapan metal, tetapi kondisi fisik juga perlu mendapat perhatian. Selain menjaga kebugaran menjelang hari – H, ternyata ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan oleh para calon suami dan istri tentang pentingnya pemahaman reproduksi pra nikah.

“Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat menyeluruh, serta fungsi reproduksi yang normal. Jadi seseorang dengan reproduksi yg sehat, bukan hanya kondisi bebas penyakit, tetapi juga kehidupan seksual yang menyenangkan. Jika dilihat dari persiapan pernikahan, maka pemeriksaan kesehatan reproduksi (kespro) hanya sebagian dari yang dibutuhkan untuk mempersiapkan suatu pernikahan yang sehat,” tegas Sundari.

Pernikahan bukan hanya mempersatukuan dua hati yang memiliki perasaan dan tujuan hidup yang sama, namun umumnya juga bertujuan untuk menghasilkan keturunan sebagai pewaris pasangan. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan lebih ditujukan untuk persiapan menghasilkan keturunan yang sehat sejahtera.

Selain itu pemeriksaan kespro juga berfungsi untuk menciptakan hubungan pernikahan yang aman, artinya bebas dari infeksi yang mungkin dibawa oleh salah satu atau kedua pasangan, dan menjaga kerhamonisan rumah tangga yang akan dibina kelak.

“Ini merupakan langkah meningkatkan pendidikan dan kesehatan, terutama kesehatan reproduksi. Jika reproduksi sehat, otomatis anak yang dihasilkan juga sehat. Hal ini bisa menghindari penyakit menular kepada anak,” terangnya.(aj/sua)