081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Pesan Idul Adha Kabag TU Hidayat Maskur: Sembelih Hawa Nafsu, Perbanyak Takbir dan Tasbih

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) — Ratusan jemaah memadati Masjid Al Hikmah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026). Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan tampak sejak pagi hari ketika para jemaah mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian ibadah Hari Raya Kurban tersebut.

Bertindak sebagai khatib Idul Adha, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Maskur, menyampaikan khutbah yang sarat pesan spiritual dan refleksi kehidupan. Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa mengingat kalimat takbir dan tasbih dalam kehidupan sehari-hari.

“Segala kemuliaan dan kenikmatan yang kita miliki hakikatnya berasal dari Allah SWT. Maka sudah sepantasnya kita mengagungkan Allah dengan memperbanyak takbir dan tasbih,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar manusia tidak merasa paling suci dengan merendahkan orang lain. Menurutnya, sikap tawadhu dan kesadaran diri menjadi bagian penting dalam menjaga keimanan.

“Jangan merasa suci dengan merendahkan yang lainnya. Karena itu, mari kita biasakan membaca Subhanallahi wabihamdih sebagai bentuk pengingat diri kepada Allah,” tambahnya.

Dalam khutbah tersebut, Hidayat Maskur turut menjelaskan dua ibadah utama yang melekat dalam perayaan Idul Adha, yakni ibadah haji dan kurban. Ia menyebut ibadah haji sebagai salah satu ibadah berat yang memerlukan pengorbanan energi, waktu, dan kesiapan fisik maupun mental.

“Haji dilaksanakan jutaan manusia dari seluruh dunia. Meski berat dan menyita tenaga serta waktu, antusias umat Islam menjalankannya begitu luar biasa,” katanya.

Sementara itu, ibadah kurban disebutnya sebagai bentuk keteladanan dari peristiwa agung Nabi Ibrahim AS ketika diperintahkan menyembelih putranya, Ismail AS, yang kemudian diganti Allah SWT dengan seekor domba.

“Peristiwa ini mengajarkan bahwa nyawa manusia sangat berharga. Islam menghargai hal-hal duniawi, termasuk anak dan istri, selama tidak berlebihan hingga melalaikan perintah Allah,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menyembelih hawa nafsu dalam diri manusia, sebab hawa nafsu yang tidak terkendali dapat merusak kehidupan.

“Yang harus kita sembelih sesungguhnya adalah hawa nafsu, karena itulah yang sering merusak segalanya,” tegasnya.

Adapun pelaksanaan Shalat Idul Adha dipimpin oleh Imam Ust. Mansyur Maliki yang merupakan staf Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaan ibadah berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan hingga akhir kegiatan. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print