Pramuka MAN Wonogiri Adakan Gerakan Memungut Sampah (GMS)

Wonogiri – Gerakan Pramuka MAN Wonogiri (Pramansagiri) mengadakan Gerakan Memungut Sampah (GMS). Kegiatan sosial tersebut di ikuti 160 anggota tingkat 1 Gerakan Pramuka Gudep 01.035, 01.036 MAN Wonogiri. Event tersebut di laksanakan jum’at kemarin mulai pukul. 14.00 WIB – 16.30 WIB dengan mengambil lokasi di area pemukiman penduduk di daerah brumbung dan wonokarto.

Kepala MAN Wonogiri,  Nuri Hartono di dampingi pembina Pramuka, Siswanto di temui di kantornya, Rabu (22/11) menyampaikan bahwa organisasi Gerakan Pramuka satu-satunya penyelenggara pendidikan kepramukaan yang mempunyai peran besar dalam pembentukan kepribadian generasi muda sehingga memiliki pengendalian diri dan kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan lokal, nasional dan global.

Termasuk ikut serta berkontribusi menciptakan kebersihan lingkungan dengan gerakan memungut sampah, gerakan Pramuka bukan hanya membangun manusia atau pemuda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan. Namun juga pemuda yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekertinya, hidup dalam kerukunan, kompak serta selalu bersatu. Karena pemuda demikianlah, yang akan sanggup menghadapi tantangan globalisasi, sanggup menghadapi berbagai persoalan di negeri ini, serta sanggup untuk menatap masa depan dengan lebih baik.

“Kepramukaan dapat menambah nilai pendidilan karakter yang seringkali luput dari pendidikan formal. Kita nantikan di masa depan akan lahir generasi yang memiliki integritas keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan sekaligus yang lahir dari kawah candradimuka pramuka,” tegasnya.

Selain itu madrasah juga berusaha untuk mendidik para siswa dapat menjadi orang -orang yang mendalam pengetahuan keislamannya disatu sisi serta mendalam penguasaan informasi dan teknologinya disisi yang lain.

Madrasah  juga berperan melakukan transfer ilmu-ilmu agama (tafaqquh fi al-din) dan nilai-nilai Islam (Islamic vaues), sehingga mampu memainkan peranan sebagai agen perubahan (agent of change).

Madrasah terbukti mempunyai kelebihan di banding dengan sekolah umum. Madrasah lebih berorientasi pada pendidikan moral atau akhlaq yang mampu mencetak generasi sholeh – sholehah tanpa meninggalkan ilmu umum. Secara empiris bisa di lihat dan di rasakan banyak alumni yang madrasah yang menjadi menteri, gubernur, bupati dan walikota.

Penekanan pendidikan akhlaq merupakan sebuah upaya madrasah dalam menjaga moral generasi sekarang yang telah mengalami penurunan. Saat ini banyak di tampilkan di media massa generasi muda yang melakukan perbuatan asusila, curas, miras, begal dan lebih tragis lagi ada yang melakukan perbuatan asusila atau kekerasan yang di lakukan di lembaga pendidikan itu sendiri. (Mursyid_Heri/wul)