Rakor Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Brebes

Brebes – Kolaborasi (3) tiga lembaga dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 di Kabupaten Brebes dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyelenggarakan rapat koordinasi. Dipimpin langsung oleh Drs. H. Fajarin, M.Pd., selaku Kepala Kantor Kementeian Agama Kab. Brebes, Mochmad Sodiq MM., Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes, dan Ir. Supriyono selaku Ketua FKUB Kab. Brebes. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes. Rabu, 02 Juni 2021 dan dihadiri 50 orang peserta, baik dari pengurus dan anggota FKUB (Ustad, Kyai, Romo, Pendeta, Pastor dan Pandita) yang mewakili 6 agama yang ada di Kabupaten Brebes, pengurus  masjid  agung, dan masjid besar setiap kecamatan yang ada di Brebes, Kepala KUA Kecamatan dan Penyuluh Agama.

Acara dibuka oleh Mochmad Sodiq, yang menekankan, “Kita senantiasa berhati-hati dalam menjalan aktivitas sehari-hari dan menjaga imunitas diri masing-masing serta anggota keluarga agar terhindar dari pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan mengingat mulai naiknya angka penular covid-19 di Brebes dan munculnya varian-varian baru yang lebih ganas dan berbahaya,” himbau Mochmad Sodiq.

Rakor dimulai pada pukul 09.00 WIB, didahului dengan pembukaan, sambutan-sambutan, dan pemaparan pimpinan ketiga lembaga dilanjutkan dengan diskusi yang hangat, dimana memuncul pertanyaan dan anggapan dari sebagaian peserta yang mengungkapkan kenapa di masjid atau tempat ibadah lain dikejar-kejar dan di paksa seakan-akan orang yang mau ibadah dihalang-halangi sedangkan di pasar-pasar, mal dan tempat wisata seakan-akan dibiarkan sehingga terkesan ada ketidakadilan yang ada di masyarakat, setelah di jelaskan bahwa pasar, mal dan tempat wisata dilakukan pembinaan dan sosialisasi oleh lembaga lain  atau dinas lain, sehingga semua komponen masyarakat dapat bergerak bersama untuk pencegahan dan penyebaran covid-19.

Fajarin mengungkapan, Pandemic covid-19 adalah nyata adanya, menyerang serta menjangkiti hampir seluruh belahan dunia ini, tak terkecuali Indonesia dan Brebes khususnya, mengingat ada sebagaian dari masyarakat kita yang tidak percaya adanya covid-19, sehingga berharap bapak/ibu yang hadir pada kesempatan kali ini bisa menjadi penyambung informasi dan menjadi pioner dalam rangka pencegahan dan penyebaran covid-19 di lingkungan masing-masing.

“Terutama tempat ibadah kita masing-masing agar jangan memunculkan klaster penyebaran covid-19, dengan cara kita selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan jangan ragu untuk menegur saudara-saudara kita yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar, dengan harapan dengan ikhtiar maksimal, diri kita dan masyarakat kita dapat menang dalam perang melawan covid-19, mengingat covid-19 adalah lawan perang yang dapat melihat kita tetapi kita tidak dapat melihat musuh tersebut, sehingga yang dapat kita lakukan adalah bertahan dengan menjaga dan meningkatkan imunitas atau daya tahan terhadapat penyakit agar memiliki kekebalan terhadap serangan virus tersebut dan  menerapakan protokol kesehatan 5 M, yaitu memakai masker dimanapun dan kapanpun ketika beraktivitas, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak antara individu, menjauhi kerumunan serta membatasi pergerakan dan interaksi dengan orang lain,” tegas Fajarin.

Acara ditutup dengan dengan pernyataan sikap dari seluruh hadirin hadir untuk berkomitmen melaksanakan protokol kesehatan dalam pencegahan dan penyebaran covid-19 dan melaksanakan protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan ibadah, dilanjutkan foto bersama.(Tauhid/Sua)