Restorasi Akhlak Pedagang Asongan

Tegal- Dalam rangka perbaikan akhlak bagi pedagang asongan yang notabene tidak mengenal waktu dalam menjajakan daganganya, jauh dari agama dan kurangnya interaksi kepada sang pencipta (Allah SWT), jarang sekali menyentuh firman-firman Allah, maka Taman Baca Masyarakat (TBM) Sakila Kerti punya pemikiran positif bagaimana untuk mengentaskan buta huruf terutama yang menyangkut dengan ilmu agama, hal tersebut seperti yang disampaikan pengelola TBM Sakila Kerti, Dr. Yusqon, MPd yang ingin mengajak kepada pedagang asongan untuk bersama-sama belajar baca tulis al qur’an , Jum’at (10/02) di lokasi Terminal Kota Tegal.

Dalam membaca kitab suci Al Qur’an bagi pedagang asongan, di terminal bus kota Tegal merupakan hal yang langka, dan ini merupakan program baru sekaligus sebagai kado tahun baru 2017 yang dikelola oleh Taman Baca Masyarakat (TBM) Sakila Kerti yang berlokasi di dalam Terminal Bus Kota Tegal.

Pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) Sakila Kerti, Yusqon mengharapkan, “dari kegiatan pengajian ini pedagang asongan sedikit demi sedikit akan tahu bagaimana cara membaca Firman-firman Allah dengan baik dan benar yang nantinya bisa mahir dalam membaca Al Qur’an ,” harapnya.

Lanjut Yusqon demi  untuk menuntaskan buta aksara dalam penulisan bahasa arab sekaligus program membaca Al Qur’an bagi pedagang asongan, pengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) Sakila Kerti menghadirkan seorang Penyuluh Agama dari Kementerian Agama Kota Tegal, yang notabene sebagai Penyuluh Agama Terbaik Harapan I Tk Provinsi Jateng, Darsiti.

Pembinaan Mental

Sementara itu ditempat terpisah Darsiti mengungkapkan, Pembinaan mental dalam rangka mengentaskan buta huruf tidak hanya urusan yang umum saja tetapi kita juga harus memperhatikan urusan yang berkaitan dengan ilmu agama. “di Taman Baca Masyarakat (TBM) Sakila Kerti saat ini sudah tergabung 15 pedagang asongan yang resmi belajar Al Qur’an dan bahkan ada yang sudah hafal beberapa surat dari juz amma, “ ungkap Darsiti.

Pedagang asongan yang saat ini dibina betul-betul mempunyai semangat belajar yang tinggi,mereka rela menyisihkan waktunya untuk mengenal firman Allah, dan ini merupakan langkah Restorasi Akhlak yang tepat bagi pedagang asongan. “Pembinaan mental merupakan tugas sebagai penyuluh agama, apa yang saya ajarkan sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah dan juga pengabdian kita kepada negara dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat, “ tutup Darsiti. (im/rf)