081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Serahkan Izin Operasional PDF dan SPM di Jawa Tengah, Kabid PD. Pontren Minta Lembaga Perkuat Mutu Pesantren Melalui Koordinasi

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah resmi menyerahkan Izin Operasional (IZOP) baru bagi lembaga Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM). Agenda yang berlangsung di Auditorium Majeng pada Selasa (27/1/2026) ini dihadiri oleh 14 perwakilan lembaga PDF dan 13 perwakilan lembaga SPM dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Penyerahan izin ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan langkah awal transformasi pesantren dan madrasah menuju standar kualitas yang lebih tinggi dan terukur.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Kanwil Kemenag Jateng, Fatkhuronji, menekankan pentingnya langkah cepat pasca-menerima izin. Ia menginstruksikan agar setiap lembaga segera melakukan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) di wilayah masing-masing.

“Lakukan koordinasi sebaik mungkin untuk menyukseskan PDF maupun SPM dengan stakeholder yang ada di lingkungan tersebut,” tegas Fatkhuronji dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan agar para pengelola lembaga tidak sungkan untuk terus belajar dan berkonsultasi dengan Kemenag Kabupaten/Kota maupun Kanwil. Hal ini bertujuan agar operasional lembaga tetap berjalan di koridor aturan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Kerja Bidang Pontren yang terdiri dari Ali Ansori, M. Fathurrohim, dan Fajriyatul Muflihah tutut memaparkan detail teknis yang harus dipenuhi. Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) wajib memenuhi standar maksimal dengan masa pendidikan minimal 6 tahun, sedangkan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) harus memiliki persiapan matang menghadapi Imtihan Wathani (Ujian Nasional).

Memberikan pernyataan tegas terkait integritas kelulusan, Fatkhuronji mengibaratkan upaya menjaga kualitas ini sebagai bentuk “jihad” pendidikan.

“Mulai hari ini mari kita berjihad. Kita harus berani tidak meluluskan jika santri belum siap sesuai standar kualitas kita,” ujarnya.

Untuk menjaga mutu tersebut, lembaga disarankan menyediakan Sekolah Persiapan (SP) bagi calon santri yang belum memenuhi standar input sebelum resmi masuk ke program utama.

Melalui pemberian IZOP ini, Kanwil Kemenag Jateng berharap akan lahir generasi santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga memiliki wawasan luas dan daya saing tinggi. Pendidikan Pesantren semakin siap bersaing di kancah formal tanpa kehilangan jati diri tradisinya.(S)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print