Siswa MTsN 4 Wonogiri Masuk 10 Besar Kejuaraan Nasional Panahan

Wonogiri _ Qolbian Fathul Hakim peserta didik MTsN 4 Wonogiri mengikuti Kejuaraan Nasional panahan Sipas Solo Open Archery Competition (SSOAC) yang digelar di Benteng Vastenburg Solo (1-4/11). Acara ini sendiri awalnya diinisiasi oleh komunitas panahan tradisional bernama Semut Ireng Pop Archery Surakarta (Sipas) yang biasa berlatih di Sriwedari.

Siswa madrasah tersebut masuk 9 besar dari 102 peserta  yang tak hanya dari pemanah se-eks Karesidenan Surakarta saja, namun juga dari luar Jateng. Bahkan ada yang dari Kalimantan hingga Bali. Paling banyak pesertanya dari kelas U-12. Yang putra diikuti 102 peserta, dan yang putri 67 peserta.

Kepala MTsN 4 Wonogiri, H. Rosyad Afandi di temui setelah Apel Bersama di Kankemenag Wonogiri, Senin (05/11) merasa bangga atas prestasi anak didiknya, menurutnya panahan merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan oleh ajaran agama Islam  dan saat ini mulai bergeliat di masyarakat.

“Kami berharap dengan prestasi dan bakat murid madrasah ini bisa menumbuhkan lagi semangat atlet atau peserta didiik lainnya untuk mengikuti kejuaraan atau lomba yang lainnya” jelas Rosyad.

Pengenalan olahraga panahan kepada siswa Madrasah penting, “Olahraga Panahan penting bagi siswa karena manfaat olahraga memanah banyak sekali bagi siswa,memanah dapat melatih konsentrasi, ketenangan dan keberanian siswa dalam mengambil keputusan yang tepat, karakter ini mendukung sekali bagi proses belajar siswa di sekolah” jelasnya.

Beliau berharap madrasah bisa mengukir prestasi bukan cuma di lingkungan Kankemenag sendiri tetapi harus unggul dan juara di berbagai intitusi di luar Kemenag, ini menjadi indikasi madrasah lebih baik, seperti yang di ukir anak didiknya tersebut.

prestasi harus menjadi cambuk dan entry point bagi kepala dan guru Madrasah untuk selalu meningkatkan komitmen, integritas, kinerja yang bagus dan prestasi yang tinggi. Hal ini penting agar semangat kerja, kreativitas, dedikasi dan komitmen serta kinerja mereka dapat terus terpelihara dan meningkat dari waktu ke waktu.

“Kepada Qolbian Fathul Hakim saya berpesan untuk terus berprestasi dan tetap semangat agar menanamkan terus jiwa berprestasi dan prestasi. Selain itu, agar para guru dan kepala madrasah agar mendorong dan mendukung anak-anak agar terus berprestasi. Tidak ada yang tidak mungkin, kalau ada kemauan dari kita semua. Saya mohon dukungan semua pihak untuk mendorong kemajuan madrasah.” Pungkas H. Rosyad. (mursyid/heri/rf)