Strategis, Peran Kemenag dalam Penanggulangan HIV/AIDS

Magelang – Peran Kementerian Agama khususnya Penyuluh Agama Islam sangat strategis dalam upaya menanggulangi penyebaran AIDS dan menyosialisasikan program-program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Hal tersebut disampaikan Azizah Herawati, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Srumbung, usai mengikuti Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Magelang di Gedung KORPRI, Kota Mungkid, Kamis, (23/03/3027).

“Penyuluh Agama Islam merupakan kepanjangan tangan Kementerian Agama yang langsung berhadapan dengan masyarakat dari berbagai kalangan,” kata Azizah.

Azizah melanjutkan, sesuai Kompilasi Data dan Layanan tahun 2016, kasus HIV dan AIDS selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sejak tahun 2007 s.d. 2016 telah terjadi 131 kasus, dan 61 kasus terjadi pada tahun 2016.

“Kasus yang terbanyak menimpa kaum perempuan sebanyak 82%, sedang 18% laki-laki. Ini tentu sangat memprihatinkan. Kesadaran ibu-ibu dan remaja putri harus ditingkatkan,” katanya.

Azizah menyampaikan, dalam rapat koordinasi tersebut dibahas laporan kegiatan tahun 2016 dan program kerja tahun 2017. Isu-isu tentang program yang berkaitan dengan pendeteksian dan penanganan pengidap AIDS menjadi bahasan utama.

“Masih banyak PR bagi semua pihak dalam menanggulangi penyebaran AIDS di Kabupaten Magelang. Di lapangan masih ditemukan banyak yang tidak mau melakukan cek VCT,” katanya.

Voluntary Conseling and Testing (VCT) adalah salah satu bentuk upaya mencegah penyebaran HIV/AIDS. VCT adalah proses konseling pra testing, konseling post testing, dan testing HIV secara sukarela yang bersifat konfidental dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV.

“KPA sangat mengharapkan Kemenag yang bidang garapannya meliputi pendidikan di madrasah dan pesantren serta kepenyuluhan bisa menyampaikan hal-hal terkait penanggulangan AIDS melalui banyak media,” kata Azizah.

“Penyuluhan tatap muka, tulisan media cetak, dan siaran radio bisa menjadi corong Kemenag dalam mendukung program-program Komisi Penanggulangan AIDS,” lanjutnya.

KPA mengapresiasi peran Kemenag dalam penyelenggaraan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah ODA (Orang dengan HIV/AIDS) yang melibatkan Penyuluh Agama Islam dan Kaum (Modin) pada tahun 2016 dan berharap kegiatan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan lainnya.

“Dalam sesi diskusi direncanakan Program WPA (Warga Peduli AIDS) dan sudah ada 16 desa yang siap dijadikan pilot project. Ini menjadi peluang Kemenag  untuk aktif terlibat di dalamnya,”  katanya.

“Para Penyuluh Agama dapat mengundang KPA dalam rangka sosialisasi melalui kegiatan Kursus Calon Pengantin (Suscatin), dan membagikan booklet,” tegas Azizah. (m45k/Af)