Subadi : Jadikan Ilmu Manasik Haji Sebagai Bekal Melaksanakan Ibadah Haji

Wonogiri – Melaksanakan ibadah haji adalah idaman serta cita-cita setiap muslim, maka bagi calon tamu Allah SWT tahun 1439 H  harus bersyukur karena insyallah akan segera berangkat ke tanah suci tahun ini. Dalam perjalanan ke tanah suci agar para calon jemaah haji tidak berlebihan dalam membawa bekal karena yang utama bekal menjalankan ibadah haji adalah bekal taqwa, insyallah di tanah suci segala sesuatu jika di landasi dengan ketaqwaan akan di permudah Allah SWT sedangkan kunci melaksanakan ibadah haji adalah Sabar karena semua prosesi / kegiatan haji pasti antri.

Hal tersebut di tegaskan Kepala Kankemenag Wonogiri, Subadi  dalam acara sambutan  pembukaan sekaligus penyampaian materi kebijakan Kementerian agama tentang penyelenggaraan haji pada Pembinaan Manasik haji Kecamatan Ex. Distrik Purwantoro Tahun 2018 M/1439 H di Gedung Pertemuan Hotel Merista Purwantoro,  Senin (25/06) yang ikuti 47 calhaj, hadir dalam acara pembukaan tersebut Kepala KUA  se ex. Distrik Purwantoro.

Mengingat pentingnya pelatihan manasik haji bagi calon jama’ah haji, Ka. Kankemenag Wonogiri harapkan agar bekal yang telah diterima serta petunjuk yang diberikan para nara sumber akan menambah wawasan dan ilmu yang bermanfaat dalam melaksanakan ibadah haji nanti.

“Pemerintah dalam hal ini berusaha semaksimal munkin memberikan pelayanan kepada calhaj mulai dari pra pemberangkantan dengan menyelenggarakan manasik di KUA sampai kepulangan dari tanah suci. Ada beberapa hal yang perlu di persiapan oleh calon jama’ah haji sebelum berangkat  untuk meluruskan niat karena Allah SWT semata, memahami ilmu manasik sehingga calhaj harus belajar manasik mulai dari rukun dan syarat, tatacara ibadah hingga hikmah-hikmahnya, persiapan fisik dan mental dengan cara menjaga kesehatan dan memperbanyak olahraga dan perbanyak doa dan membersihkan diri semua di landasi dengan kesabaran dan keikhlasan,” harap Subadi

Mengingat penyelenggaraan ibadah haji merupakan salah satu program prioritas pembangunan bidang agama dan sering kali diposisikan sebagai salah satu indikator kunci kinerja Kementerian Agama. Penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, namun demikian disadari bahwa peningkatan tersebut belum signifikan, sehingga masih perlu dilakukan berbagai upaya peningkatan lebih lanjut.

“Semoga nantinya semua Calhaj dari ex. Distrik Purwantoro (Kec. Puhpelem, Purwantoro, Bulukerto, Slogohimo dan Kismatoro) selalu di beri kesehatan dan kemudahan Allah SWT dalam melaksanakan rangkaian haji baik rukun, wajib dan sunnah haji dan akhirnya menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya. (Mursyid_her/Wul)