Kemenag dan 3 Komponen Masyarakat Rumuskan Penanganan Pasca Pandemic Covid-19

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Semarang – Empat komponen masyarakat di Jateng melaksankaan kegiatan pengumpulan data dan penyusunan Kajian Post Pandemic untuk anak di Jateng, Kamis-Sabtu, (15-17/06/2023) di Hotel Chanti Semarang.

Keempat  komponen masyarakat  yaitu Unicef, LPPM UNDIP, 4 Kab 1 kota dan 5 Kankmenag (Pemda dan Kemenag Brebes, Pemda dan Kemenag Cilacap, Pemda dan Kemenag Klaten, Pemda dan Kemenag Pati dan Pemkot dan Kemenag Kota Semarang).

Kegiatan ini merupakan respon dari  adanya efek langsung yang dirasakan oleh anak-anak yang orang tuanya terpapar covid-19 di mana tidak sedikit dari orang tua mereka yang meninggal, sehingga anak-anak tadi mendapatkan perlindungan dan penanganan  yang tepat.

Dari pertimbangaan diatas LPPM UNDIP berkolaborasi dengan UNICEF untuk mengumpulkan data  dan menyusun kajian post pandemic dalam rangkan penanganan dan perlindungan kepada anak-anak yang kurang beruntung karena ditinggal wafat orang tuanya. Ungkap Farid Agusyahbana selaku  Profesor pada Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP Semarang.

Sementara  itu Ibu Nia perwakilan dari UNICEF Indonesia berharap agar kegiatan kali ini dapat menghasilkan rumusan strategi penangan anak-anak di masa post pandemic covid-19  yang komperhensif dan integral  yang nantinya bisa diimplemetasikan tidak hanya di Jawa Tengah akan tetapi keseluruh provinsi di Indonesia.

“Saya sangat berharap agar seluruh anak-anak Indonesia yang orang tuanya terpapar covid-19 memperoleh penanganan dan perlindungan maksimal dalam rangka tumbuh kembang anak supaya dapat hidup secara normal dan dapat mencapai apa yang menjadi cita-citanya,” ungkap perempuan energik asal Jakarta ini.

Adapun kegiatan selama tiga hari seluruh peserta yang mewakili 4 kabupaten dan 1 kota diberikan bimbingan dan arahan dari tim yang dipimpin oleh Farid Agusyahbana untuk dapat merencanakan program-program penangangan dan perlindungan kepada anak-anak pasca pandemic covid berdasarkan analisis data yang akurat dan valid sebagai patokan dasar dalam menyusun program-program kedepanya.

“Hasil kegiatan ini akan, kami bawa ke FGD yang lebih tinggi, yang akan Kami paparkan kepada 35 pimpinan daerah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, di bulan yang akan datang,” jelas Farid Agusyahbana yang berpenampilan sederhana dan bersahaja sebelum acara resmi ditutup.(hid/Sua).