Tanamkan misi Islam yang Rahmatan lil alamin di lingkungan madrasah

Rembang — Berbagai kejadian teror terjadi akhir-akhir yang mengatasnamakan Islam harus mampu disikapi dengan bijaksana. Generasi muda harus mulai diberikan pemahaman bahwa Islam merupakan agama yang membawa kedamaian, kenyamanan, dan keselamatan bagi ummat manusia. Pemahaman ini harus pula disampaikan kepada para siswa, utamanya di madrasah yang concern terhadap pendidikan agama.

Menurut Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang Atho’illah, sudah waktunya guru-guru madrasah memberikan pemahaman kepada siswa bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Bukan agama yang penuh dengan kekerasan, dan cenderung ditakuti.

“Sebagaimana uswah yang diberikan oleh Nabi Muhammad Saw yang selalu membawa perdamaian. Inilah yang menjadi PR bagi Kepala Madrasah yang baru saja dilantik. Kami harapkan bisa membawa misi tersebut dan menekankan kepada para siswa di mana pun mereka berada,” tegas Atho’illah ketika memberikan pengarahan dalam rangka pisah sambut Kepala MTsN Pamotan dan MTsN Sulang di pendopo Musem Kartini, Rabu (18/11).

Sesuai dengan pelantikan yang berlangsung di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (5/11), Warsan sebelumnya Kepala MTsN Pamotan Rembang berpindah tugas di MTsN Sulang Rembang, sedangkan Sriyanto yang sebelumnya bertugas di MTsN Margoyoso Pati kini bertugas di MTsN Pamotan.

Pendekatan masyarakat

Atho’illah mengimbau kepada Kepala madrasah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, baik dengan guru, murid, karyawan, komite sekolah, dan para orang tua murid. Selain itu dengan stakeholder terkait, yaitu muspika, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, juga tak kalah penting masyarakat sekitar.

“Stakeholder tersebut tentulah memiliki karakteristik yang berbeda antara madrasah satu dengan lainnya. Kepala Sekolah harus mampu mengadakan pendekatan secara bijaksana, tanpa menimbulkan konflik,” katanya. —-Shofatus Shodiqoh