Tingkatkan Kompetensi Guru PAI, Kemenag Klaten Gelar Workshop Penilaian Kurikulum PAI

Klaten – Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi guru PAI (Pendidikan Agama Islam) dan mengoptimalkan kegiatan pembelajaran pendidikan agama islam bagi guru agama islam TK, SD, SMP, SMA/SMK , Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten melalui Seksi Pendidikan Agama Islam melaksanakan Workshop Penilaian Kurikulum PAI. Kegiatan workshop yang berlangsung selama sehari diikuti oleh 40 guru TK, SD, SMP, SMA/SMK yang bertempat di Hotel Galuh Prambanan dan acara dibuka langsung oleh Kasi PAIS Bakri, Rabu (11/7).

Tujuan kegiatan workshop ini adalah dalam rangka pengembangan pembelajaran dan peningkatan kurikulum Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Klaten, para guru PAI bisa memahami tehnik penilaian yang meliputi 3 aspek, yakni pengetahuan, sikap dan ketrampilan, guru PAI mampu merencanakan, mengembangkan instrumen, dan melaksanakan penilaian hasil belajar. Kegiatan ini sangat diperlukan, dalam rangka meningkatkan kualitas para guru PAI pada sekolah umum. Menurutnya guru PAI harus memiliki skill dan pengetahuan yang mumpuni sehinga tidak tertinggal dengan guru guru mata pelajaran lain.

“Bahkan kedepannya akan bermanfaat bagi siswa, mengingat pengetahuan dan kurikulum yang ada saat ini akan selalu berkembang dan mengalami dinamika, sebutnya. Sehingga para siswa akan mendapatkan pengajaran yang baik serta dapat menyerap semua materi pelajaran dengan baik sesuai dengan media pembelajaran yang diberikan gurunya,” jelas Bakri.

“Penilaian kurikulum PAI merupakan masalah yang sangat urgen terutama bagi para pendidik PAI yang harus menguasainya, atas dasar itu workshop ini kami selenggarakan,” tandasnya.

Kemenag akan terus berupaya mengawasi kurikulum pendidikan Islam  termasuk pengajaran di sekolah. Peran guru agama sangat dibutuhkan, dan peran ini bisa dilaksanakan dengan  baik jika pembinaan seperti pelatihan ini bisa dilakukan secara berkesinambungan.

Selanjutnya, Kakankemenag Klaten Masmin Afif mengatakan, sampai saat ini Kementerian Agama masih konsisten melaksanakan kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013 ini semua materi umum harus bisa dimasuki materi keagamaan. Maka dengan demikian Guru Pendidikan Agama Islam juga harus bisa menguasai dan mengimplementasikan Kurikulum 2013 ini.

“Guru juga harus terus berinovasi bagaimana agar pembelajaran bisa menyenangkan anak didik dan tidak monoton,” ujar beliau.

Untuk itu guru harus tahu strategi yang tepat agar nilai-nilai keagamaan pada anak didik dapat dengan mudah diterima dan menghasilkan anak didik yang berkarakter, jujur, kuat serta memiliki kepedulian sosial yang matang, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin berat dan mampu bersaing secara positif di tengah masyarakat, bangsa dan negara. (aj/Wul)