UN MTs Jawa Tengah kondusif

Semarang – Ujian Nasional (UN) Tahun ini dilaksanakan dengan suasana yang tenang, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Persiapan UN dilakukan mulai dari Kabupaten maupun Tingkat Provinsi Kementerian gama maupun Diknas sampai ke Madrasah Penyelenggara telah dilaksanakan dengan baik, sehingga ujian kali ini semua sudah terjadwal, karena semua dari persiapan kepanitiaan, mental siswa sudah dipersiapkan.

Kabid Pendidikan Madrasah Drs. H. Jamun, M. Pd.I. Mengatakan, ujian Nasional tahun ini diikuti oleh siswa Madrasah Tsanawiyah kelas IX dengan jumlah peserta Madrasah Tsanawiyah 143.025 siswa terdiri dari laki-laki 68.222 dan perempuan 74.803 siswa di Jawa Tengah. Dari jumlah peserta UN ini terbanyak dari Madrasah Swasta, karena madrasah Tsanawiyah Negeri di Jawa Tengah terdiri 122 MMTs Negeri dan 1.523 MTs Swasta. Oleh karena itu peran Madrasah Swasta sangatlah diperlukan dalam mendidik putra-putra bangsa ini.

Pelaksanaan Ujian Nasional dilaksanakan mulai tanggal, 4 Mei 2015. Pelajaran yang di ujikan Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam monitoringnya Djamun mengatakan “Masih terdapat siswa yang tidak ikut ujian kali ini kurang lebih 1 %, karena menyatakan keluar sebelum ujian, sedangkan peserta yang sakit tetap mengikuti ujian di rumah sakit sesuai aturan, diawasi oleh pengawas dan didampingi oleh panitia”, pengawasan dilakukan silang penuh, UN kali ini lebih kondusif dan tenang, karena pengawasan tidak melibatkan dari unsur kepolisian dan Tim Idependen, sehingga siswa merasa tenang. Sedangkan nilai UN tahun ini tidak untuk menentukan kelulusan, namun nilai UN juga sangat berarti untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, nilai UN juga sebagai bahan pemetaan kualitas Pendidikan Madrasah.

Belajar di madrasah akan mendapatkan beberapa keuntungan, pertama, Pendidikan umum terpenuhi, pendidikan karakter serta Ilmu Agama, lewat Kementerian Agama khususnya madrasah dalam turut andil besar mendukung dan mensukseskan program Revolusi Mental yang sekarang ini sedang dicita-citakan oleh pemerintah untuk melakukan perubahan mental yang lebih baik, karena sekarang dirasakan terjadinya degradasi moral yang kian hari kian memprihatinkan. (Budiawan)