Workshop MAN 2 Banjarnegara Dibuka

Banjarnegara – Kemarin (17/07) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara H. Masdiro usai membuka kegiatan Masa Taaruf Siswa Madrasah MAN 2 Banjarnegara melakukan kegiatan pembukaan Workshop Pengembangan dan Penyusunan KTS bertempat di Ruang Multimedia lantai 2 MAN 2 Banjarnegara selama 2 hari.

Dengan peserta workshop sekitar 86 guru mapel, Kakankemenag didampingi oleh Dewan Komite MAN 2 Banjarnegara yang mendukung mutu pendidikan yang dilaksanakan di MAN 2 Banjarnegara sebagai sekolah favorit dan memiliki kualitas dibidang akademik dan non akademik.

Sebagaimana dilaporkan ketua panitia, workshop sebagai kegiatan menyusun dokumen KTSP yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2017-2108. Workshop diharapkan akan menghasilkan instrumen kurikulum di masing-masing jenjang yang akan segera dilaporkan dan diimplementasikan pada tahun pelajaran ini.

Ketua Komite, H. Suhardi Ahmad berharap kuantitas diikuti dengan kualitas. Sebuah beban yang cukup lumayan dengan mengelola 1676 siswa dalam satu lembaga. Mental seorang guru juga diperlukan dalam menghadapi siswa baik dengan sikap seorang pendidik juga penguasaan materi. Diharapkan siswa yang ada di madrasah bisa memiliki intelektual yang tinggi memiliki akhlak yang bagus juga memiliki iman yang kuat dengan berdasar agama.

“Guru memulai proses belajar-mengajar apalagi memiliki jabatan guru profesional harus memiliki dokumen kurikulum ini. Dan ini digunakan sebagai juga sebagai bahan evaluasi pengajaran nantinya,” disampaikan Kepala MAN 2 H. Mahmurodji. Tidak ketinggalan revieu kurikulum yang sudah berjalan pada jenjang (11-12) juga dilaporkan.

  1. Masdiro menyampaikan bahwa tuntutan guru profesional ke depan semakin komplek. “Perkembangan berbagai sisi pendidikan dimadrasah merupakan tantangan yang harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi seorang guru,” terangnya.

Untuk itu diharapkan semua instrumen bisa ditata dan disusun dengan sebaik-baiknya. Administrasi guru juga dilengkapi, karena ciri seorang guru profesional adalah kelengkapan administrasi.

Kompetisi luar bisa dengan pendidikan disekolah, Kepala Madrasah diharapkan bisa meresepon dengan inovasi dan kreativitas. “Sehingga madrasah menjadi idola dan amanah madrasah menjadi pilihan terbaik tetap terjaga dan meningkat tentunya,”lanjutnya

Madrasah juga sangat diharapkan bisa sebagai lembaga yang membentengi siswa-siswinya dari paham radikalisme dan narkoba, perlu pengawasan, dicek, diteliti. “Tidak lupa Kerja keras,  kerja ikhlas dan kerja tuntas di impelemntasikan dalam kegiatan pendidikan belajar-mengajar di madrasah,” pungkasnya. (Nangim/Af)