Zona Merah, Keseluruhan Masjid Besar dan Masjid Agung Di Kota Semarang Tidak Mengadakan Sholat Idul Adha 1442 H

Semarang – Kota Semarang termasuk dalam status zona merah yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karenanya sudah seharusnya dalam momentum Idul Adha 1442 H ini masjid-masjid di wilayah tersebut tidak mengadakan Sholat Id (20/7) sebagaimana SE Menag Nomor 17 Tahun 2021. Apalagi Walikota Semarang juga menerbitkan hal yang sama yaitu Perwal No. 43 Tahun 2021 guna mentaati PPKM Darurat yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Plt. Kepala Kemenag Kota Semarang, H. Rachmad Pamuji dalam hal ini menginstruksikan kepada para penyuluh agama Islam, baik yang PNS maupun Non PNS untuk mengadakan sosialisasi SE tersebut sejak setelah awal terbitnya (3/7) kepada binaannya masing-masing, termasuk masyarakat pada umumnya, yaitu agar tidak mengadakan takbir keliling, nmaun menggantinya dengan bertakbir di rumah saja dan menyeru agar tidak melaksanakan Sholat Idul Adha di masjid atau lapangan, namun diarahkan melakukan sholat id di rumah bersama keluarganya masing-masing. Selain itu, juga disampaikan tentang penting penyembelihan di RPH, yang apabila tidak dapat menampung dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta pembagian daging qurban langsung diantar ke rumah masing-masing yang berhak.

Sosialisasi ini membuahkan hasil dengan tidak diadakannya sholat id di beberapa masjid, termasuk Masjid Agung dan Masjid Besar di Kota Semarang. Masjid Kauman yang merupakan masjid yang menjadi ikon tersebut, bersama Masjid Baiturahman dan MAJT jauh-jauh hari menyatakan tidak menyelenggarakan Sholat Jumat dan Sholat Id pada masa PPKM Darurat 3-20 Juli 2021

Dengan adanya pernyataan 3 masjid ikon Semarang tersebut, masjid-masjid besar yang merupakan masjid tingkat kecamatan juga tidak mengadakan sholat id.

“Ada 16 masjid besar di Kota Semarang tidak mengadakan sholat id, seperti misalnya Masjid Al Qodar di Tembalang, Masjid Besar Pedurungan, Masjid Darus Syukur di Ngaliyan, Masjid Muhajirin di Banyumanik, Masjid Balja Alisayyub di Mijen, Masjid Baiturrohim di Jerakah Tugu dan lain-lainnya, kompak tidak mengadakan” imbuh H. Pamuji, yang ikut turun ke lapangan meninjau masjid-masjid tersebut. (sy/bd)