Puluhan Guru Antusias Ikuti Sosialisasi US PAIBP

Pemalang – Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada Sekolah Dasar di Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang pada hari Senin (15/3) mengikuti Sosialisasi Ujian Sekolah Mata Pelajaran PAIBP. Kegiatan digelar oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI di SDN 01 Bantarbolang. Pengawas PAI SD Kecamatan Bantarbolang, Muyasaroh dan Askuri turut hadir.

Acara dipandu oleh Ketua KKG PAI Kecamatan Bantarbolang, Sumito. Seluruh anggota KKG PAI hadir semua karena pentingnya memahami materi US yang terbaru, yang berbeda cukup signifikan dengan tahun terdahulu, sesuai dengan SK Dirjen Pendidikan Islam nomor 631 tahun 2021.

Sumito meminta para guru PAI untuk segera mengaktifkan aplikasi yang ada kaitannya dengan tugas kedinasan. Keempat aplikasi yang dimaksud adalah Dapodik, SIMPKB, EMIS, dan Siaga.

“Dapodik dan SIMPKB adalah aplikasi data guru milik Kemendikbud. Guru agama wajib aktif pada kedua aplikasi ini karena dia mengajar di sekolah umum atau sekolah milik Kemendikbud. Adapun EMIS dan Siaga merupakan merupakan aplikasi data milik Kemenag. EMIS wajib diisi karena guru agama masuk dalam binaan Kemenag, sedangkan Siaga wajib diisi karena guru agama secara teknis dibina oleh Ditjen Pendis,” katanya.

Sementara itu Pengawas PAI SD, Muyasaroh menjelaskan sosialisasi ini sangat penting untuk membekali guru PAI dalam memahami dan aksi di lapangan agar sesuai dengan kompetensi dasar serta koridor kisi-kisi soal US PAIBP tahun pelajaran 2020/2021. Diharapkan saat pelaksanaan ujian tidak kerepotan karena sudah diinformasikan sedini mungkin. Ia juga mengingatkan untuk bersabar menunuggu surat resmi dari pemangku kebijakan yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang tentang opsi apa yang akan dipakai dalam penentuan kelulusan peserta didik tahun ini.

“Materi kisi-kisi soal ujian tulis mapel PAI juga cukup beragam mulai dari kelas 1 sampai 6 terakomodir dengan sebaran materi meliputi Al-Qur’an, Aqidah, Akhlak, Fiqih dan Sejarah Peradaban Islam. Pemetaannya menggunakan istilah kognitif level 1 untuk pengetahuan dan pemahaman, level 2 untuk aplikasi dan level 3 untuk penalaran”, jelasnya.

Selain ujian tulis peserta didik juga diuji melalui ujian praktik yang materinya juga cukup jelas tertulis di kisi-kisi. Untuk teknis pelaksanaan ujian praktik bisa menggunakan teknologi IT seperti rekaman video, Google Meet, Zoom, dan yang lainnya, pungkasnya. Di akhir kegiatan peserta diberi tugas membuat kartu soal sebagai latihan yang sudah ditentukan oleh pengawas. (asy/fi/rf)