Pentingnya Eksistensi Kementerian Agama di Tengah Potensi Konflik Umat

Purbalingga – Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang majemuk. Melalui eksistensinya Kementerian Agama diharapkan dapat membimbing masyarakat yang majemuk tersebut agar dapat hidup dengan damai secara berdampingan di tengah perbedaan yang sangat beragam tersebut. Hal tersebut disampaikan Kasubbag TU Purwadi saat memberikan materi pada kegiatan Pelatihan Teknis Pelayanan Publik di Wilayah Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Senin (5/4/2021).

Pada kegiatan yang digelar Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang di Aula Uswatun Khasanah Purbalingga tersebut Purwadi menguraikan visi misi Kementerian Agama.  Selain itu ia juga menyampaikan tentang Arah Kebijakan Kementerian Agama, Struktur Organisasi serta prestasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Tugas Kementerian Agama diimplementasikan agar masyarakat bisa hidup tentram lahir dan batin,” ungkapnya.

Menurutnya, Kementerian Agama memiliki banyak peran, di antaranya dalam memantapkan kerukunan intra dan antar umat beragama.

“Kadang sesama warga yang seagama terjadi perselisihan paham, yang bisa jadi lahir dari penafsiran yang berbeda,” ungkapnya.

Hal tersebut didukung dengan kurangnya pemahaman masyarakat dalam hidup bertoleransi yang mengakibatkan terjadinya tindakan yang bertentangan dengan prinsip kerukunan hidup beragama, seperti adanya penolakan pendirian tempat ibadah di beberapa tempat.

Ia menegaskan ada banyak potensi di tengah masyarakat yang memungkinkan timbulnya perpecahan akibat adanya perbedaan cara pandang atau penafsiran yang dilatarbelakangi kepentingan-kepentingan tertentu. Oleh karenanya ia meminta ASN Kementerian Agama tidak larut dalam arus intoleransi tersebut. Bahkan sebaliknya dapat menjadi teladan bagi masyarakat khususnya umat beragama di lingkungannya.

Purwadi mengharapkan, kegiatan yang akan berlangsung selama 6 hari tersebut dapat meningkatkan kapasitas para pegawai di jajaran Kankemenag Kabupaten Purbalingga khususnya dalam hal Pelayanan Publik.

Analis Kepegawaian Lina Parwati dalam keterangannya menjelaskan, peserta kegiatan yang berjumlah 40 tersebut terdiri dari beberapa unsur.

“Ada yang berasal dari guru di madrasah, pegawai KUA juga para pemegang jabatan Pelaksana  di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga,” jelasnya.

Lina menambahkan, Kakankemenag Purbalingga Karsono sebelumnya direncanakan akan membuka kegiatan tersebut. Namun sehubungan adanya kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kakankemenag yang dibuka Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas secara daring, pembukaan kegiatan dan narasumber materi Kebijakan Kementerian Agama digantikan oleh Kasubbag TU Purwadi. (sar/ bd)