Siswa MAN Sukoharjo Senang Ikuti Simulasi PTM Meski dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Sukoharjo – Pembelajaran tatap muka di MAN Sukoharjo hari kedua, Selasa (06/04) berjalan dengan lancar. Siswa terlihat antusias mengikuti PTM. Pada hari ke dua ini siswa sudah tidak bingung lagi dengan aturan ketat yang diterapkan Madrasah.

Kusun Dahari selaku Wakil Kepala Madrasah bidang kurikulum menyampaikan, siswa sudah mulai terbiasa dengan  protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan,dan menghindari kerumunan, tidak seperti hari pertama yang masih banyak  terlihat bingung dengan aturan Madrasah. Pak Kusun sapaan akrab beliau mengatakan, “setelah siswa selesai PTM ruang kelas langsung disemprot disinfektan, pagi hari sebelum pembelajaran ruang kelas juga di semprot lagi dengan disinfektan, agar ruangan yang digunakan PTM benar-benar bersih dan bebas dari virus.

Beberapa Evaluasi yang dilakukan setelah PTM hari pertama antara lain bahwa sebelum mulai pembelajaran siswa di anjurkan untuk literasi membaca alqur’an sampai pukul 08.00 baru setelah itu pembelajaran dimulai.

Salah satu siswi kelas XI mengungkapkan dirinya senang mengikuti simulasi PTM ini, sebab bisa bertemu lagi dengan bapak dan ibu guru serta teman-teman di madrasah setelah satu tahun lebih pembelajaran daring, “Alhamdulillah bisa kembali belajar di madrasah tercinta ini, rasanya seperti menjadi siswa baru lagi, semoga pandemi virus corona ini cepat berakhir, jadi saya bisa belajar bersama teman-teman,” ungkapnya.

Selama dua hari ini pelaksanaan PTM di MAN Sukoharjo dipantau langsung oleh tiga petugas dari puskesmas Sukoharjo, temuan-temuan dilapangan terkait protokol kesehatan yang belum memenuhi standar langsung disampaikan pada satgas covid MAN Sukoharjo untuk ditindak lanjuti.

Sebagaimana diketehui, dua hari sebelumnya, Senin (5/4) MAN Sukoharjo telah sukses menggelar PTM tahap pertama, dengan menerapkan berbagai protocol kesehatan yang ketat. Diantaranya menerapakan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menghindari kerumunan, menguarangi mobilitas).

Untuk menghindari kerumunan pihak madrasah telah menyiapkan lokasi penjemputan, iswa harus membawa bekal makanan sendiri dan dilarang untuk saling menukar makanan. Jika ditemukan siswa dengan suhu tubuh diatas 37 derajat celcius maka siswa tersebut diarahkan untuk kembali belajar di rumah.

“Wajib pakai masker sebelum masuk kelas, disiapkan tempat cuci tangan dengan sabun dan tisu. Setelah cuci tangan baru boleh masuk kelas,” terang Widoto.

Di dalam kelas, masih menurut Widoto tempat duduk siswa diatur berjarak, minimal 1,5 meter. Siswa mengikuti empat mata pelajaran (mapel) dengan durasi sekitar 30 menit per mapel.

“Siswa wajib bawa bekal sendiri dari rumah. Tidak boleh bertukar makanan. Sekolah tidak menyediakan kantin.  Dilarang naik transportasi umum, siswa masih boleh membawa kendaraan sendiri. Bagi yang tidak bawa kendaraan, kami sediakan lokasi menjemput di luar halaman,” kata Widoto lagi.

Terkait sarpras pendukung simulasi PTM, Widoto mengaku sarpras tersebut  tersedia lengkap dan memadai.  Widoto berharap simulasi PTM berjalan lancar dan semua siswa sehat.

“Para guru dan karyawan juga sudah di vaksinasi,” tambah Widoto mantap.(wdt/djp/rf)