Sebanyak 116 Jemaah Umrah Bertolak ke Jakarta

Jakarta (PHU) – Pemberangkatan jemaah umrah yang telah dimulai sejak awal Januari 2022. Pada hari ini telah diberangkatkan sebanyak 116 jemaah umrah dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Jakarta. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Bina Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus pada Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto saat berada di Bandara.

“Bahwa pagi tadi kami mengadakan pengawasan di Bandara dan didapatkan adanya keberangkatan jemaah umrah melalui Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Jakarta dari PT Samira Travel,” jelas Fitriyanto, Ahad (23/01).

“Sebanyak 116 jemaah telah diberangkatkan pagi tadi,” imbuhnya.

Dijelaskan Fitriyanto bahwa PT. Samira Travel merupakan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) yang berkantor pusat di Jakarta dan belum memiliki kantor cabang di Jawa Tengah.

“Kami sampaikan bahwa PT Samira Travel belum memiliki kantor cabang di Jawa Tengah, maka dari itu kita tegur dan ingatkan untuk segera membuka cabang di Jawa Tengah,” ucapnya.

“Rencana hari ini diberangkatkan ke Jakarta dan nantinya akan mengikuti karantina selama 1 hari di Asrama Haji Pondok Gede,” ucap Fitriyanto.

“Berangkat ke Madinahnya hari Senin, (24/01) dari bandara Cengkareng Jakarta (Bandara Soekarno Hatta),” tambahnya.

Disampaikannya bahwa dari hasil penjelasan koordinator rombongan ini bahwa sesampainya di Madinah akan dilakukan karantina selama 3 hari. Dan rencana akan kembali ke tanah air melalui bandara Jeddah pada tanggal 12 Februari 2022.

“Rencana akan dipulangkan dari Bandara Jeddah pada tanggal 12 Februari 2022 menuju Jakarta,” terangnya.

“Sesampainya di tanah airnya nantinya langsung di karantina menuju Asrama Haji Bekasi,” ucap Fitri.

Fitri berharap PPIU yang beroperasi di Jawa Tengah agar selalu melaporkan data jemaah umrahnya sebelum keberangkatan.

“Saya harap setiap PPIU yang ada di Jawa Tengah selalu berkoordinasi dengan Kanwil, salah satunya dengan melaporkan jemaah umrahnya sebelum keberangkatan dan setelah tiba dari Arab Saudi,” katanya.

“Karena masih dalam masa pandemi, agar penyelenggaraan ibadah umrah ini dilaksanakan dengan pengendalian dan pengawasan terhadap prokes (protokol kesehatan) secara ketat baik di tanah air, selama perjalanan maupun di Arab Saudi,” tegas Fitri.(vd/Sua).