Forum Organisasi GPAI Diimbau Untuk Mengawal Penyusunan Jadwal Ujian dan Program Kegiatan Ramadhan

Semarang, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang berkesempatan memberikan pembinaan bagi Guru PAI (GPAI) pada Senin (21/3/2022) bertempat di Kelompok Belajar (KB) Pelita Bangsa yang beralamat di Jalan Taman Karonsih RT 5 RW 4 Kelurahan Ngaliyan Kota Semarang.

Pembinaan disampaikan pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Organisasi GPAI Kemenag Kota semarang, yang diikuti oleh pengurus Forum Komunikasi Guru (FKG) PAI TK, pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI SD, pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SD, SMP, SMA dan SMK Kota Semarang.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) dan Kepala Seksi (Kasi) PAI Kemenag Kota Semarang ikut hadir dan memberikan pembinaan.

Rachmad Pamudji selaku Kasubbag TU menyampaikan penguatan moderasi beragama bagi GPAI, sedangkan Abdul Ghafur selaku Kasi PAI mensosialisasikan Kurikulum Merdeka.

Senada yang disampaikan Kasubbag TU Kemenag Kota Semarang, Sadi pengawas PAI menyampaikan pula peran penting seorang GPAI dalam ikut serta memberikan penguatan moderasi beragama bagi peserta didiknya guna menangkal paham radikalisme dan ekstrimisme.

Terkait dengan Kurikulum Merdeka, ia berpesan agar GPAI mempersiapkan diri dengan mempelajari hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam menghadapi kurikulum baru tersebut.

Dalam kesempatan ini, Sadi menyampaikan pesan pula agar pengurus KKG PAI SD, MGMP SMP, SMA dan SMK ikut mengawal dalam penyusunan jadwal ujian tahun ajaran 2021/2022 dan perpedoman pada petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.

“Mohon untuk penyusunan jadwal ujian bisa segera dilaporkan kepada pengawas PAI,” tutur Sadi.

Pada bagian lain, M. Faojin pengawas PAI memberikan kebebasan bagi GPAI dalam membuat agenda kegiatan selama bulan Ramadhan.

“Silahkan kembangkan kreativitas GPAI dalam menyusun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadhan, seperti lomba bersih-bersih masjid atau mushala pada masing-masing sekolah, atau pembuatan video berdurasi pendek dalam rangka tausiyah ibadah Ramadhan, dan kegiatan-kegiatan lainnya,” ujar Faojin. (Wakidi/NBA/bd)