Kajian Ilmiah Warnai Giat Pesantren Ramadhan MTsN 3 Pati

Pati  Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Pati menggelar Giat Pesantren Ramadhan pada 20 – 26 April 2022. Kegiatan yang diikuti oleh 478 siswa ini bertempat di mushola “Al-Ma’la” Mts N 3 Pati.

Kepala MTsN 3 Pati, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa ramadhan adalah waktu dikabulkannya doa-doa, dimana di bulan ini diturunkan Al-Qur’an.

“Bulan ini adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu umat muslim. Sehingga banyak yang berbondog-bondong memburu pahala,” ungkap mantan Waka Kurikulum MAN Demak tersebut kepada humas Kemenag Pati pada Senin (25/4).

*Kajian Ilmiah*

Menurut Siti Muhasri dan Ali Yasin selaku Koordinator Kegiatan Pesantren Ramadhan MTsN 3 Pati menyatakan bahwa untuk menyemarakkan giat Pesantren Ramadhan MTsN 3 Pati, diisi kajian-kajian ilmiah oleh nara sumber kompeten, seperti Ustad Abdul hakim, Ustad K.H Sholihin dan Ustad Nur Kholis.

Kajian ilmiah pertama, Rabu (20/4), diisi Ustad Abdul Hakim, mengulas puasa dan tarawih. Puasa Ramadhan, menurut Ustad Abdul Hakim, wajib dilaksanakan seluruh umat nabi Muhammad ﷺ. Ibadah puasa mengandung hikmah dan ibadah hamba untuk mendekatkan diri ke Rabbnya, yang harus menahan hawa nafsu jiwa dan batinnya.

“Hikmah terbesarnya meningkatkan ketakwaan, jauh dari sifat riya, dan meningkatkan semangat Dzikrullah,” tutur Ust. Abdul Hakim.

Tentang sunnah mu’akad dari sholat tarawih, menurut Ust. Abdul Hakim sangat dianjurkan dan akan merugi jika tidak dilaksanakan. Sebagaimana risalah Rasulullah “Siapa saja yang melaksanakan sholat malam ramadhan (Tarawih) iman dan ikhlas, maka dosanya yang telah lalu diampuni (HR Bukhari – Muslim)”.

Pada kajian kedua, Kamis (21/4), juga tak kalah seru. Pengisi kajian, Ustad K.H Sholihin yang sehari-harinya sebagai Pengasuh Pondok Tahfidz An-Nashr, Pati, memaparkan keistimewaan Nuzulul Qur’an.

“Nuzulul Qur’an sebagai hari saat Al-Qur’an diturunkan, jatuh pada Malam 17 Ramadhan dan memiliki banyak keistimewaan, dilipat gandakan pahala ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah,” jelas Ustad K.H Sholihin.

Ustad K.H Sholihin menyatakan, umat muslim dianjurkan memperingati malam Nuzulul Qur’an, karena Allah menurunkan banyak berkah untuk hambanya. Amalan yang baik saat Nuzulul Qur’an adalah memperbanyak Tilawah serta mentadabburi Al-Qur’an, sehingga mendapat pahala dan kemuliaan yang berlimpah.

Untuk kajian ilmiah selanjutnya, Ustad Nur Kholis mengangkat tema Lailatul Qodar, yang berarti malam ampunan, malam diterimanya amal dan dijauhkan dari api neraka. Disaat itu, kita harus berlomba-lomba beramal sholeh. Amalan yang dapat dikerjakan memperbanyak sedekah, memperbanyak berdzikir, memperbanyak membaca kalam-kalam-Nya, dan juga sholat malam.

“Pada malam yang terdapat pada sepuluh terakhir dibulan ramadhan ini, segala ibadah lebih baik dari pada seribu bulan, malaikat turun ke bumi memberi salam pada orang Islam yang berpuasa dan memohonkan ampun untuk mereka,” tutur Ust. Nur Kholis.

Menukil riwayat dari Aisyah r.a, Ust Nur Kholis menyampaikan Sabda Rasulullahﷺ: “carilah lailatul Qodar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan”(HR. Bukhori)”.

Berdasar pantauan humas Kemenag Pati, seluruh acara berlangsung khidmat. Peserta antusias mengikuti kegiatan pesantren ramadhan.

*Reward Perlombaan*

Pada kesempatan tersebut, turut pula pemberian reward untuk para siswa MTsN 3 Pati. Reward disampaikan langsung Kepala MTsN 3 Pati, Wahyu Hidayat, untuk siswa yang juara kategori “Lomba Fliyers” dalam rangka Menyambut Ramadhan Kartini. Penghargaan disampaikan untuk 3 (tiga) siswa peraih juara 1, 2 dan 3, serta 3 (tiga) harapan.

Siswa peraih Juara Harapan 1, 2, dan 3. Dari acara ini, seluruh civitas akademik MTsN 3 Pati berharap dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya kita memperbanyak amalan-amalan di bulan Ramadhan, karena bulan ini banyak keistimewaannya. Akan merugilah bagi orang-orang yang membiarkan Ramadhannya kering.

“Ketika future janganlah mundur, jangan biarkan futurmu mendarah daging, kalau tak mau hari-hari Ramadhanmu menjadi kering,” pungkas Koordinator Kegiatan, Siti Muhasri dan Ali Yasin.(hs_at/Sua)