Kuota Haji, PAIF Gombong Ajak Calon Jamaah Haji Agar Tetap Optimis dan Bertawakal Pada Allah.

Kebumen – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui surat Menteri Haji dan Umroh resmi mengumumkan penyelenggaraan haji tahun 1443 H/ 2022 M. Informasi resmi menyebutkan bahwa kerajaan  arab saudi akan menerima jamaah dari luar negaranya dengan total jamaah mencapai 1 juta orang.

Kuota haji 2022 ini menjadikan sebagian besar Calon Haji (Calhaj) Gombong-Sempor 2022 diselimuti rasa pesimis. Ungkapan salah satu calon jamaah haji saat mengikuti manasik haji putaran ke-9 yang diselenggarakan KUA Kecamatan Gombong – Sempor,  Kamis  (14/4/2022) bertempat di Masjid Ar-Rahman, Kauman Kecamatan Gombong.

“Ada suka duka, sukanya karena usia saya memenuhi syarat, dukanya karena saya tidak berangkat bareng ayah yang usianya lebih dari 65 tahun”, Ungkap Ita.

Manasik Haji kali ini menghadirkan H. Achmad Cholid Fikri Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) kecamatan Gombong sebagai narasumber yang memaparkan materi berjudul “Ikhtiar, Selalu Husnudhon dan Bertawakkal Kepada  Allah SWT.

“Ada 7 (tujuh) persiapan diri yang perlu disetorkan calhaj yang akan berangkat,  yaitu bondo-tenogo-rogo-nyowo-duso -dungo lan roso (harta, tenaga, raga, nyawa, penyesalan dosa, do’a dan rasa)”, Ungkap H. Cholid.

“Harta, dengan ditetapkanya biaya haji oleh pemerintah bersama DPR maka bersukurlah bagi yg sudah melakukan pelunasan pada tahun 2020, jika nanti ada kekurangan akan ditanggung dengan adanya pengelolaan uang oleh BKPH, dan yakinlah semua harta yang dikeluarkan untuk keperluan haji akan diganti oleh Allah”, tambah H. Cholid.

Lebih jauh H. Cholid menjelaskan tentang tenaga, ibadah haji memerlukan fisik yang prima sehingga istitoah kesehatan menjadi syarat wajib calon haji. Raga dan Nyawa harus diikhlaskan semuanya untuk memenuhi panggilan Allah, bahkan jika Allah memanggilnya dalam perjalanan haji. Dosa dan doa adalah dua hal yang harus dibawa ke tanah suci agar Allah mengampuni dosa-dosa yang kita minta dalam doa.

Pak Wawan, calhaj Gombong mengusulkan agar manasik haji menghadirkan narasumber dari psikolog untuk menguatkan para calhaj. “Jujur kami mulai pesimis walaupun kami yakin Allah pasti memiliki rencana lain bagi yang tertunda keberangkatannya” ungkap Wawan

Pada akhir sesi peserta diberikan support agar dengan tertundanya keberangkatan haji semua calon jamaah haji tetap berhusnudzon, yakin dan  bertawakal kepada Allah bahwa Allah pasti akan memenuhi panggilan-Nya ke Baitulloh”, pungkas H. Cholid.(sis/fz/bd).