Si Apem diluncurkan, Sarana Percepatan Moderasi Beragama

Pemalang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang, Fahrur Rozi pada hari Selasa (14/6) me-launching Si Apem di aula Kankemenag. Launching dihadiri oleh Analis Kebijakan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Pejabat Pengawas Kankemenag, Ketua PCNU Kabupaten Pemalang, Pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Pemalang, Pengurus FKUB, pemuda lintas agama, dan ASN di lingkungan Kankemenag.

Si Apem merupakan akronim dari Sistem Aplikasi Percepatan Moderasi Beragama. Aplikasi berbasis website ini dikembangkan oleh Kankemenag untuk mempercepat implementasi moderasi beragama di Kabupaten Pemalang.

Moderasi beragama sangat penting diterapkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal ini sebagaimana di ungkapkan oleh Fahrur Rozi dalam sambutannya.

“Di era digital, informasi sulit untuk dibendung, seakan-akan tidak ada sekat antar negara sehingga setiap orang bisa mengakses seluruh informasi. Sekarang terjadi semacam pemahaman yang meresahkan di kalangan masyarakat. Kalau kita tidak memberikan pemahaman kepada masyarakat, akan terbelah. Oleh karena itu menjadi penting wawasan tentang moderasi beragama, bagaimana kita beragama yang wasathiyah, sehingga tidak mudah mengkafirkan pemahaman agama orang lain,” ujarnya.

“Menteri Agama mempunyai kebijakan percepatan moderasi beragama dan layanan berbasis digital. Untuk itu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang mencoba membuat jejaring yang ke depan akan menjadi sarana untuk berdialog, berdiskusi terkait moderasi beragama. Kegiatan di gereja atau di pura juga bisa diakses oleh masyarakat melalui Si Apem,” sambungnya.

Sementara itu Analis Kebijakan Subbag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Nurkholis menyambut baik aplikasi Si Apem. Hal ini karena Si Apem merupakan perwujudan dua dari tujuh program prioritas Menteri Agama yaitu penguatan moderasi beragama dan transformasi digital.

“Kita sambut baik Si Apem karena termasuk tujuh program Menteri Agama di tahun 2022, mungkin baru satu-satunya di Indonesia. Kalau kita melihat tujuh prioritas program menteri sangat berat tanpa didukung stake holder lain. Karena itu untuk menciptakan moderasi beragama perlu disengkuyung bersama. Sosialisasikan layanan Si Apem kepada masyarakat karena penerima manfaat dari Si Apem adalah seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang,” kata Nurkholis.

Dalam kesempatan ini, Fahrur Rozi menyerahkan SK tim jejaring percepatan implementasi moderasi beragama melalui tokoh agama dan pemuda lintas agama dengan transformasi digital pada Kankemenag Kabupaten Pemalang. SK secara simbolis diserahkan kepada Ketua FKUB, Ketua PC NU, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua PC GP Ansor, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah, dan Penyuluh Agama Islam Fungsional Kabupaten Pemalang.(rf)