40 Kepala MI Ikuti Workshop Pengembangan Keprofesian

Tegal (Slawi) – Sebanyak 40 (empat) puluh Kepala Madrasah Ibtidaiyyah Kab. Tegal mengikuti Workshop Pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi Kepala Madrasah Ibtidaiyyah. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, (29-31/01), bertempat di MIN I Tegal, merupakan kerjasama antara Kementerian Agama Kab. Tegal dengan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama  (Pergunu) Cabang Tegal. Kegiatan ini terlaksana dengan bantuan dana dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Hadir dalam acara ini, semua Kepala Madrasah Ibtidaiyyah Kab. Tegal, Pengurus Pergunu Cabang Kab. Tegal, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tegal, Sukarno, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Bhanu Hamdan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Workshop, Sofar Solahudin Bisri, menyatakan bahwa kegiatan Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan kegiatan yang sangat strategis bagi kepala madrasah, karena kegiatan ini bisa memberi dampak positif bagi Kepala Madrasah Ibtidaiyyah dalam meningkatkan kualitas diri dan untuk pengembangan Madrasah sebagai pusat pendidikan masyarakat. Karena itu, diharapkan semua Kepala Madrasah mengikuti acara ini dari awal sampai selesai sehingga bisa mendalami seluruh materi workshop.

“Saya  berharap peserta mengikuti dengan sabar dan tekun tahap demi tahap karena sesudah mengikuti acara ini, banyak hal positif akan diperoleh. Misalnya teknik penyusunan publikasi ilmiah yang selama ini sering menjadi kendala guru dalam kenaikan pangkat, teknik pengembangan diri agar mampu mengajar dan membina anak didik dengan menarik serta pengembangan kompetensi manajerial, kewirausahaan dan supervisi bagi Kepala MI,” kata Sofar Solahudin Bisri.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tegal, Sukarno, memberikan apresiasi kepada Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kab. Tegal yang terus menerus membangun kerjasama dengan Kementerian Agama Kab. Tegal dalam membina dan memajukan guru, khususnya guru-guru Madrasah. Pergunu menjadi mitra kerjasama yang strategis bagi Kementerian Agama dalam  memberi perhatian pada  guru-guru Nahdlatul Ulama.

  “Saya berharap, ke depan, acara-acara seperti ini dapat dilaksanakan lagi dan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Dari segi kualitas, bentuk kegiatan bisa lebih bervariatif dan inovatif. Misalnya loka karya dan seminar karya ilmiah yang sangat berguna bagi guru. Sedangkan dari segi kuantitatif, semakin melibatkan banyak peserta, sehingga semakin banyak guru mendapat bekal yang lebih memadai untuk menjadi barisan terdepan dalam pelayanan pendidikan Madrasah di Kab. Tegal,” ungkapnya. (AS/rf)