Semarang (humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Mutu dan Kualitas Calon Peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI Kafilah Jawa Tengah pada Senin (9/3/2026) di HCI Semarang.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kafilah Jawa Tengah secara maksimal menjelang perhelatan MTQ tingkat nasional yang akan digelar di Semarang pada September 2026 mendatang.
Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Jawa Tengah yang juga Sekretaris Umum LPTQ Jawa Tengah Imam Buchori melaporkan bahwa kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 104 peserta dan akan berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Maret 2026.
Menurutnya, pelatihan tersebut menghadirkan para pelatih berpengalaman dari tingkat nasional maupun provinsi guna memastikan kualitas pembinaan peserta semakin optimal.
“Kami mengundang pelatih nasional dan provinsi. Kita melakukan berbagai upaya pembinaan agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Ia menegaskan kepada para peserta bahwa mereka dipersiapkan untuk mencapai standar nasional dalam setiap cabang lomba. Oleh karena itu, proses pembinaan akan dilakukan secara berkelanjutan hingga menjelang pelaksanaan MTQ.
“Teman-teman semua dipaksa untuk mencapai standar nasional. Konsep latihan ini akan kita jalankan selama tujuh bulan ke depan, dan pada tahap akhir akan dilakukan karantina,” jelasnya.
Imam Buchori juga mengingatkan bahwa seluruh peserta harus serius menjalani proses pembinaan dalam beberapa bulan ke depan sesuai dengan masing-masing golongan lomba.
“Kita tidak lagi berbicara target 15 besar. Target kita adalah juara satu. Kita ingin sukses penyelenggaraan sekaligus sukses prestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab dalam arahannya menyampaikan bahwa para peserta merupakan duta-duta Jawa Tengah yang membawa nama baik daerah di ajang nasional.
Ia meminta para peserta menjalani proses latihan dengan penuh keikhlasan karena perjalanan pembinaan menuju MTQ Nasional akan membutuhkan komitmen dan pengorbanan waktu.
“Kalian semua adalah duta-duta Jawa Tengah. Kami mohon keikhlasan semuanya, karena sampai bulan September nanti banyak waktu yang akan diminta oleh provinsi untuk latihan dan pembinaan,” ujarnya.
Menurutnya, para peserta bahkan akan menjalani masa pelatihan intensif, termasuk program training penuh selama satu bulan sebelum pelaksanaan lomba.
“Setelah training penuh itu, bahkan mungkin hanya ada satu hari waktu istirahat sebelum langsung berlaga. Karena itu kalau sudah ikhlas, semuanya akan terasa ringan, tidak terbebani, dan lebih nyaman,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para calon peserta kafilah Jawa Tengah dapat meningkatkan kualitas kemampuan sekaligus mempersiapkan diri secara matang untuk meraih prestasi terbaik pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI. (Hilman Najib)







