081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

IPARI dan Polres Jepara Lakukan Kolaborasi untuk Mewujudkan Kondusifitas di Kabupaten Jepara

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Jepara (Humas) – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD. IPARI) Kabupaten Jepara menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan Penguatan Kapasitas Penyuluh Kamtibmas serta Sinkronisasi Tugas dan Fungsi Penyuluh Agama. Kegiatan ini dilaksanakan di Kadjine Coffee & Resto, kawasan Pantai Mororejo, Kecamatan Mlonggo, pada Rabu (15/4/2026).

Acara yang dihadiri oleh para anggota IPARI di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jepara berlangsung dengan meriah namun penuh khidmat. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta mars IPARI, menambah suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa sejak awal kegiatan berlangsung.

Ketua PD IPARI Kabupaten Jepara, Kuswanto dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar Penyuluh Agama sekaligus menyamakan persepsi terkait tugas dan fungsi Penyuluh Agama ditengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar Penyuluh lintas agama dalam menjaga kerukunan dan kondusifitas di Kabupaten Jepara.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara yang diwakili Kasubag Tata Usaha Baharuddin, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kedamaian dan kesejahteraan umat beragama. Ia menjelaskan bahwa tradisi Halal Bihalal memiliki nilai historis sebagai bagian dari rekonsiliasi nasional, dimana para tokoh bangsa berkumpul untuk saling memaafkan, berdoa bersama, dan memikirkan arah pembangunan bangsa pasca kemerdekaan. Lebih lanjut Baharuddin menegaskan bahwa Penyuluh Agama memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam membina umat.

Penyuluh Agama tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai agen moderasi beragama yang mampu menjaga harmoni dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Acara inti diisi dengan penyampaian materi dari empat narasumber, yaitu para Pembimbing Masyarakat (Pembimas) dari agama Katolik, Kristen, Hindu, Buddha serta Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Provinsi Jateng. Dalam kesempatan tersebut Kabid Penaiszawa yang diwakili oleh Achmad Syalabi selaku Katim Bimtek dan Supervisi Penyuluh Agama Islam menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya Pembimas Buddha dan Katolik Karbono, menyampaikan pentingnya nilai-nilai toleransi dan kedamaian. Sementara itu Pembimas Kristen Siswo Martono, mengajak para penyuluh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan. Adapun dari Bimas Hindu Eko Pujianto, menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan kehidupan sosial.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis jaket Penyuluh Kamtibmas oleh Kasat Binmas Polres Jepara sebagai bentuk sinergitas antara Penyuluh Agama dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Momen ini menjadi simbol kolaborasi yang kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis di Kabupaten Jepara.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Suasana keakraban semakin mempererat hubungan antar Penyuluh lintas agama di Kabupaten Jepara. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan umat beragama serta meningkatkan profesionalitas Penyuluh Agama dalam menjalankan tugas dan fungsinya ditengah masyarakat.(Abby/Sua)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print