081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Edukasi Lewat “Kopi Panas”, Tim KUB Kemenag Jateng Sosialisasikan Regulasi Tindak Pidana Agama

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

​Semarang (Humas) – Guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait hukum dan batasan dalam kehidupan beragama, Tim Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Jawa Tengah membuat video edukasi inovatif berjudul “Kopi Panas”. Pengambilan Video dilakukan secara santai namun sarat edukasi ini dilaksanakan di Semarang pada Kamis (11/6/2026).

​Video “Kopi Panas” secara khusus mengupas tuntas pasal-pasal dan aturan hukum yang mengatur tentang tindak pidana terhadap agama, aliran kepercayaan, serta pelindungan terhadap kenyamanan kehidupan beragama di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya konflik sosial, penodaan agama, serta gesekan antarumat di tengah masyarakat.

​Ketua Tim KUB Kanwil Kemenag Jateng menyampaikan bahwa pemilihan judul “Kopi Panas” merupakan sebuah filosofi dari obrolan sehari-hari masyarakat yang sering kali membahas isu-isu sensitif seputar agama.
​”Kami ingin membawa isu hukum yang terkesan kaku dan berat ini ke dalam ruang diskusi yang hangat seperti segelas kopi. Harapannya, masyarakat bisa memahami konsekuensi hukum dari tindakan yang mencederai kerukunan umat beragama dengan cara yang lebih mudah dicerna,” ujarnya.

​Ada yang unik dalam produksi video edukasi kali ini. Alih-alih menggunakan jasa aktor profesional, Tim KUB memberdayakan potensi internal dengan menunjuk para pegawai Kanwil Kemenag Jateng sebagai bintang utamanya. Lewat akting yang natural, para aparatur sipil negara (ASN) ini berhasil memeragakan skenario-skenario simulasi kasus yang sering terjadi di lapangan.

​Melalui video “Kopi Panas” ini, Kemenag Jateng menekankan pentingnya menjaga ruang publik—baik digital maupun fisik—agar tetap kondusif, saling menghormati, dan bebas dari tindakan penodaan terhadap simbol-simbol agama serta kepercayaan yang diakui di Indonesia.

​Masyarakat diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga dari tayangan tersebut demi merawat tenun kebangsaan dan merawat moderasi beragama di Jawa Tengah.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Terkait