Semarang (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah menggelar aksi penanaman 400 pohon sebagai bentuk penguatan implementasi ekoteologi di lingkungan kerja. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Kanwil Kemenag Jawa Tengah dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, Bertempat di halaman Kantor Kanwil Kemenag Jateng ( 16/7/2026).
Penanaman pohon dilakukan secara bersama-sama oleh jajaran pegawai sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga dan merawat lingkungan merupakan tanggung jawab spiritual sekaligus bentuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyampaikan bahwa gerakan menanam pohon merupakan implementasi nyata dari program ekoteologi yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama. Menurutnya, ajaran agama tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tanggung jawab manusia dalam menjaga alam sebagai ciptaan-Nya.
“Kegiatan yang kita laksanakan bersama ini merupakan wujud nyata implementasi ekoteologi yang tidak terlepas dari program prioritas Kementerian Agama. Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan sekaligus ikhtiar menjaga kelestarian alam,” ujar Saiful Mujab.
Ia menambahkan, penanaman pohon di lingkungan kantor memiliki manfaat jangka panjang. Selain menciptakan suasana yang lebih hijau, pohon-pohon tersebut akan memberikan kenyamanan bagi seluruh pegawai dan masyarakat yang datang ke kantor.

“Dengan menanam pohon di lingkungan kantor yang setiap hari kita datangi, halaman dan lingkungan kantor akan menjadi lebih asri, sejuk, aman, dan rindang. Lingkungan kerja yang nyaman diharapkan juga mampu meningkatkan semangat dan produktivitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Jawa Tengah berharap semangat ekoteologi tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap lingkungan diharapkan menjadi bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan, sehingga tercipta harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.(ST)







